Home | Action Coach | Smart Brain Management: Big Picture

Smart Brain Management: Big Picture

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Bisakah Anda menyusun kepingan-kepingan puzzle tanpa diberi tahu lebih dulu gambar akhirnya? Sulit bukan? Saat Anda menyusun kepingan puzzle, Anda tidak tahu setiap kepingnya harus diletakkan dimana, karena Anda tidak tahu perkiraan gambarnya.
Jika suatu puzzle berupa gambar pemandangan, tentu Anda akan memperhatikan bagian gambar pemandangan tersebut, rumput dibagian bawah, awan dan langit di atas, rumah kayu dan sebagainya. Anda akan berusaha memilah-milah kepingan puzzle sesuai bagian-bagiannya untuk dipasang ke  tempat yang sesuai.


Proses yang sama terjadi saat anak kita sedang belajar. Anak cenderung belajar tanpa tahu apa gambaran besar yang akan diterimanya. Guru hanya menyebut judul atau tema bab pelajaran tanpa mengulas lebih dulu apa-apa yang akan diberikan kepada siswa, apa kerangkanya dalam 1 hingga 2 jam kedepan. Guru juga  tidak menyatakan apa yang diharapkan dari siswa  untuk mengerti. Siswa langsung disodori materi-materi pelajaran, tanpa tahu gambaran besar materi pelajaran. Seperti kepingan puzzle tanpa gambarannya. Hasinya bisa dipastikan banyak siswa yang tidak paham, karena apa yang diserap berserakan dalam otak.


Solusi yang dapat dilakukan guru adalah:
- Beri judul atau tema pelajaran.
- Terangkan pokok pelajaran selama 1 sesi kedepan.
- Sampaikan tujuan pelajaran kepada siswa, apa output yang diharapkan, dan apa relevansinya dengan kehidupan sekarang.
- Guru dapat meminta siswa membaca dulu ikhtisar bab, atau rangkuman pelajaran. Sayangnya, rangkuman pelajaran sering ada di bagian belakang buku, dan jarang dibaca, atau diwajibkan untuk dibaca. Padahal dengan membaca ikhtisar, siswa bisa tahu lebih dulu gambaran besar pelajaran. Dengan demikian saat siswa menerima pelajaran, anak tinggal memasang kepingan-kepingan materi ke tempatnya masing-masing.


Dalam dunia kerja Big Picture juga diperlukan. Saat akan memimpin rapat misalnya, Anda harus membuka rapat, dengan menjelaskan lebih dulu apa tujuan rapat, dan apa yang akan diputuskan. Dengan demikian
dalam mindset peserta rapat terbentuk gambaran besar tentang isi rapat. Hal sederhana yang sering kita lewatkan.

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

Post your comment

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in

as