Home | Action Coach | Smart Inspiration: Mengenali Ranjau-ranjau Keluarga

Smart Inspiration: Mengenali Ranjau-ranjau Keluarga

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Ranjau keluarga mengancam perkembangan anak-anak kita. Mengapa disebut ranjau keluarga? Kedengaraanya sangat menakutkan, apalagi kalau dihubungkan dengan keluarga  dan perkembangan anak. Itulah faktanya. Tapi kita sering tidak menyadarinya. Hal-hal itu ada dalam lingkungan keluarga, dan bisa membahayakan keluarga kita. Banyak kesalahan orangtua, baik yang disadari maupun tidak, mengancam kehidupan anak-anak kita. Menjadi orangtua yang baik, tidak tergantung pada siapa Anda, tapi pada yang Anda lakukan dalam mendidik anak.


Jenis-jenis ranjau keluarga:
1. Ranjau Waktu. Kesibukan sehari-hari sering membuat kita kehabisaan waktu. Kita sering mengeluh waktu kita sangat kurang sehingga ingin rasanya waktu lebih dari 24 jam sehari. Kenyataannya waktu kita terbatas. Kita pasti akan memilih dan mengurangi aktifitas yang dianggap tidak perlu. Kalau bekerja dianggap lebih penting dari keluarga, maka  otomatis waktu untuk kelurga akan dikorbankan, sehingga keluarga  akan menjerit kekurangan waktu bersama kita. Padahal anak dan remaja mendefinisikan cinta dari orangtua sebagai waktu yang berkualitas bersama. Kalau kita sebagai orangtua mengatakan menyayangi anak-anak, tapi tidak memiliki waktu bersama mereka, maka hal itu bohong semata.


2. Ranjau Sisi Koin Negatif. Orangtua selalu melihat sisi negatif dari anak,  melihat kesalahan, kekurangan, kegagalan, dan hal-hal negatif dengan mudah. Kita sering menegur anak tanpa pernah melengkapinya dengan pujian atau pemberi semangat. Bila ini terus  terjadi akan membentuk anak yang berfikiran negatif, baik pada orang lain maupun dirinya sendiri. Anak merasa tidak berdaya dan gagal dalam hidupnya.


3. Ranjau Tidak Konsisten. Ini adalah perangkap umum dalam pengasuhan anak. Kita selalu berubah-ubah dalam bertindak, sehingga membuat anak bingung, apa sesungguhnya kemauan orangtua. Tidak heran kalau orangtua punya seribu alasan untuk membenarkan ketidakkonsistenan terhadap anak-anak, apapun alasannya. Ketidakkonsistenan dapat menimbulkan problem pada prilaku anak.


4. Ranjau Problem Solver. Banyak anak menjadi anggota generasi bingung, tidak tahu apa yang harus dilakukan. Kalau ditelusuri penyebabnya adalah latar belakang pengasuhan. Biasanya kebanyakan orangtua berfungsi sebagai problem solver. Akibatnya anak akan mengalami over provider karena semua sudah dilengkapi dalam hidupnya. Mereka menjadi pasif. Alasan orangtua adalah ingin membahagiakan anak. Orangtua tidak ingin kesulitan yang pernah mereka alami terulang pada anak-anak. Padahal sebenarnya orangtua sedang menciptakan masalah yang lebih besar lagi dalam hidup anak-anaknya.


5. Ranjau Disiplin yang Destruktif. Dalam setiap keluarga,  orangtua pasti akan mengalami situasi yang menuntut mereka untuk melakukan tindakan disiplin. Banyak orangtua tidak tahu cara yang benar dalam membangun disiplin anak. Akibatnya upaya disiplin tidak efektif dan merusak keberhargaan diri anak. Lakukan disiplin yang konstruktif untuk membangun atau memperbaiki semata.


6. Ranjau Tidak Ada Keteladanan. Orangtua sering menggunakan teknik mendidik anak dengan cara perintah, yaitu meminta anak melakukan keinginan orangtua.Ternyata keteladanan memberi pengaruh kuat dan posiif atas kehidupan anak. Ingat, Action! Speak lowder than work!


7. Ranjau Persepsi yang Salah. Sering kita menanamkan persepsi yang salah dalam diri anak. Kita lebih menekankan, prestasi yang terpenting dalam hidup mereka, seolah-olah prestasi adalah segalanya. Prestasi dianggap prestise, tanpa prestasi hidup jadi bermasalah. Sebenarnya prestasi bukan nomor satu. Proses yang baik akan memberikan hasil yang baik.


Hindarilah ranjau-ranjau itu. Maka kita akan menikmati hasilnya dalam perkembangan anak dikemudian hari.

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

Post your comment

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in

as