Smart Inspiration: Ranjau Problem Solver
Pagi itu hujan turun rintik-rintik membasahi halaman sekolah. Murid-murid SMA berdatangan dengan segala upaya agar tidak terlambat. Punggung mereka menggendong tas ransel yang berat dipenuhi buku pelajaran.
Tidak lama kemudian, sebuah mobil canggih tiba di halaman sekolah, pintu terbuka otomtis. Seorang anak SMA melompat kecil dari mobil. Ia turun dan berjalan melenggang, tanpa membawa tas ransel seperti yang lain. Lalu turun seorang wanita muda yang membawa tas sekolah anak itu, disusul wanita lain yang membawa kotak makanan.
Wow, satu anak SMA ke sekolah ditemani 2 pengasuh yang siap membawakan perlengakapan sekolah?! Mengejutkan bukan? Di fikiran orangtua, karena hujan anaknya akan lapar sehingga perlu disiapkan makanan untuk makan siang. Tapi karena tas ransel sangat berat, diperlukan asisten untuk membawakannya. Padahal secara fisik anak itu pasti kuat membawa tas dan kotak makannya sendiri. Tapi sang ibu ingin mengambil alih masalah tersebut dengan mengirim 2 asisten.
Di satu pihak kelihatannya ibu sedang menunjukkan kasih sayang kepada anak. Tapi disisi lain, ibu sesungguhnya sedang memasang ranjau problem solver dalam keluarga. Ibu sedang memasukkan anak ke dalam anggota generasi bingung. Dengan orangtua yang berperan sebagai problem solver, akibatnya anak mengalami over provided atau kecukupan berlebih dalam hidup. Ini akan membuat ia menjadi anak yang pasif.
Alasan orangtua untuk menjadi problem solver tentu berdasarkan keinginan membahagiakan anak, dan tidak ingin anak menghadapi masalah. Padahal mereka justru sedang menciptakan masalah yang lebih besar lagi dalam kehidupan anaknya.
Apakah kita mau membangun generasi yang pasif dan tidak lagi punya semangat juang karena segala sesuatu pasti ada yang menyelesaikan? Tidak inginkah anak-anak kita mempunyai daya juang, karena tantangan berat sedang menunggu mereka.
Janganlah menjadi orangtua yang problem solver. Ajarkan anak untuk merenda tanggungjawab sejak dini. Ajarkan anak menghadapi masalah dan menyelesaikannya sendiri. Latih anak dengan metode yang efektif, yaitu:
- I do, you watch
- I do, you help
- Now you do, i help
- And you do, i watch



Post your comment