Home | Action Coach | Smart Inspiration: Hukuman, Atau Didikan Yang Berharga

Smart Inspiration: Hukuman, Atau Didikan Yang Berharga

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Ada sebuah suku Bangsa Indian yang mempunyai cara unik untuk mendewasakan anak laki-laki. Jika anak laki-laki dianggap cukup umur untuk didewasakan, maka ia dibawa pergi. Sepanjang perjalanan matanya ditutup. Ia dibawa jauh menuju hutan yang paling dalam.


Ketika hari mulai gelap, penutup mata dibuka. Ia lalu ditinggalkan seorang diri. Apapun yang terjadi, ia tak boleh berteriak dan menangis hingga dini hari.
Malam begitu pekat. Ia bahkan tak bisa melihat telapak tangannya sendiri. Hutan mengeluarkan suara-suara yang menakutkan, suara srigala, daun-daun yang bergemerisik. Ia sangat ketakutan, tapi harus diam agar lulus ujian. Satu detik bagai berjam-jam. Satu jam bagai bertahun-tahun. Ia tak dapat melelapkan mata. Keringat ketakutan mengucur deras.


Akhirnya cahaya pagi mulai tampak. Ia begitu gembira. Ia melihat ke sekelilingnya. Ia sangat kaget karena melihat ayahnya ternyata berdiri didekatnya, dalam posisi siap dengan panah untuk melindunginya jika ada bahaya. Ternyata sang ayah menemaninya sepanjang malam itu. Sang ayah terus berdoa agar anaknya tidak berteriak dan menangis.


Kita pasti mencintai anak-anak kita. Ingin mereka tumbuh, berkembang, dan berhasil dalam hidup.  Tapi kita punya cara yang berbeda dalam mendidik dan membesarkan anak, juga dalam mendisiplinkan anak.


Apakah cara suku Indian itu hukuman atau didikan? Mari kita renungkan. Kita ingin anak belajar bertangungjawab, bahwa kesalahan ada konsekuensinya. Hindarilah ranjau disiplin yang destruktif.
Displin bukan reaksi kemarahan orangtua. Disiplin bukan harus dengan cara-cara militer.


Tips:
1. Mengertilah bahwa anak-anak kita unik dan berbeda. Perlakukan mereka dengan cara yang berbeda termasuk dalam disiplin.
2. Disiplin berarti kita sedang mengajar, bukan melampiaskan emosi.
3. Disiplin  harus berlandaskan kasih sayang. Melakukan disiplin karena kita mengasihi mereka, bukan membenci mereka.
4. Tunda melakuan displin, ketika Anda (orangtua) sedang marah.

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

Post your comment

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in

as