Comitment to The Nation: Gerakan "Beli Produk Indonesia"
Para pengusaha yang tergabung dalam Indonesian Islamic Business Forum (IIBF) menggagas gerakan "Beli Indonesia" sebagai seruan untuk membeli produk Indonesia. Gerakan ini berangkat dari keprihatinan atas serbuan produk asing di tanah air, sehingga Indonesia seperti terjajah dengan produk-produk asing.
Presiden IIBF Heppy Trenggono mengatakan, dengan jumlah penduduk mencapai 230 juta jiwa, Indonesia merupakan negara yang luar biasa menarik untuk dijadikan pasar bagi negara lain. Negara lain ingin Indonesia menjadi konsumen mereka. Itulah kondisi yang terjadi saat ini. Produk-produk yang ada dan menguasai pasar dalam negeri, bukan produk nasional, melainkan produk asing.
Bangsa Indonesia melupakan apa yang seharusnya dibela, yakni produk-produk lokal yang diproduksi bangsa sendiri. Pada zaman penjajahan, bangsa Indonesia begitu gigih membela tanah air, karena memahami apa yang yang harus dibela dan diperjuangkan, yakni kemerdekaan. Namun saat ini kita kehilangan tujuan apa yang harus dibela. Padahal jelas, serbuan produk-produk asing merupakan penjajahan dalam segi ekonomi.
Hampir seluruh barang kebutuhan hidup masyarakat sudah dikuasai produk asing. Padahal bangsa Indonesia juga sudah bisa membuat produk serupa. Indonesia pernah dikenal dunia dengan produk karya anak bangsa di bidang kedirgantaraan, yakni pesawat N 250 yang sempat bersaing di beberapa ajang kedirgantaraan. Namun Bangsa Indonesia sendiri yang tidak bisa mempertahankan produk buatan anak negeri itu, termasuk dalam sektor perekonomian lainnya yang kian dikuasai produk asing.
Untuk itu lewat gerakan "Beli Indonesia", Heppy mengajak seluruh masyarakat untuk kembali ke produk dalam negeri. Gerakan terdiri dari 3 poin, yaitu: Membeli Indonesia, bukan karena lebih baik, bukan karena lebih murah, tetapi karena milik bangsa sendiri.
Menurut Heppy, pemerintah memang sudah mencanangkan gerakan serupa sebelumnya lewat gerakan AKu Cinta Indonesia (ACI). Namun gerakan itu hanya sampai pada tataran promosi, semebntara disisi lain pemerintah tetap membuka seluas-luasnya serbuan produk-produk asing ke Indonesia.
Gerakan `Beli Indonesia` lebih membidik pembangunan karakter masyarakat Indonesia untuk lebih mencintai produk lokal, untuk melindungi para pengusaha lokal yang kian terjepit.



Post your comment