Commitment to The Nation: Pendidikan Untuk Semua
Pendidikan untuk semua, tidak terkecuali bagi anak-anak pemulung yang sehari-hari berguul dengan sampah dan kotoran, itulah yang ingin diwujudkan oleh Wulan Sari, pendiri sekolah gratis di kawasan Bantar Gebang.
Keinginannya itu bermula dari kedatangannya ke kawasan TPA Bantar Gebang tahun 2007. Saat itu ia melihat anak-anak berlarian ditengah tumpukan sampah tanpa alas kaki, sebagian dari mereka ada yang sekedar bermain, sebagian lagi mengai-ngais sampah. Padahal di usia mereka, seharusnya mereka sedang duduk di bangku sekolah. Wulan Sari merasa melihat mutiara-mutiara terpendam yang harus diselamatkan. Ia merasa terpanggil untuk menyelamatkan mutiara-mutiara itu.
Wulan Sari lalu mencoba mengenalkan pendidikan kepada masyarakat pemulung. Ia izin kepada pengelola mushola untuk memberi pendidikan sederhana di mushola. Saat itu muridnya hanya satu orang. Namun saat ini jumlah muridnya sudah mencapai 265 orang, dengan tidak lagi meminjam mushola. Saat ini ia juga dibantu 17 tenaga pengajar.
Mengenalkan pendidikan kepada anak-anak pemulung bukan hal yang mudah. Awalnya Wulan Sari sempat mendapat penolakan. Namun dengan kesungguhan dan kasih sayang, ia terus berusaha mendekati anak-anak dan orangtuanya. Lambat laun, merekapun menerima. Tekadnya hanya satu, menjadikan anak-anak itu bermartabat dan punya kesempatan yang sama dengan anak-anak lain di manapun, untuk memiliki masa depan yang lebih baik.



Post your comment