Bukan Sekedar Film
“Di negeri ini kebenaran dan kebetulan tipis bedanya…” Itulah yang menjadi tag film Kentut. Film bertema komedi social politik ini diproduseri Zairin Zain, disutradarai Aria Kusumadewa, dan dibintangi oleh actor kawakan Dedi Mizwar. Mengapa memilih judul tersebut? Karena film ini ingin mengangkat persoalan sederhana yang ada ditengah masyarakat. Persoalan yang dianggap sepele tapi bisa mengguncangkan.
Mengambil setting pemilukada, film ini ingin memotret kehidupan berdemokrasi di negeri ini. Bagaimana kekuasaan menjadi tujuan utama, dengan menjual janji ingin memperbaiki negeri ini. Dimanakah masalahnya? Apakah di masyarakat yang memilih pemimpin yang juga bermasalah? Tidak heran kalau ujung-ujungnya timbul masalah, antara lain 60% kepada daerah berurusan dengan KPK.
Menurut Dedi Mizwar, film diharapkan bisa memberi pencerahan, baik bagi industri film nasional, maupun bagi kehidupan demokrasi di negeri ini. Film ini juga ingin mengajak kita semua untuk kembali menjunjung tinggi moral. Banyak orang pintar di negeri ini. Tapi tanpa moral yang baik kepintaran itu tidak akan membawa kebaikan.
Ditengah kepungan film-film aneh saat ini, disadari kalau film Kentut memang melawan arus. Namun para penggarap film ini tidak berkecil hati, karena mereka tidak semata-mata mencari keuntungan materi dalam industry film, melainkan menghasilkan karya yang bernilai dan berkualitas. Kalaupun tidak mendapat untung di dunia, setidaknya dapat untung di akhirat. Kalaupun tidak meraup rupiah, setidaknya bisa meraup pahala. Sebuah idealisme yang banyak ditinggalkan saat ini..



Post your comment