Family Discovery: Waktu Bersama Keluarga
Ketika sedang menjalani masa karantina, seorang pendayung internasional menerima berita, istrinya akan melahirkan. Pendayung itu lalu memilih pulang untuk menunggui istrinya melahirkan. Ia melupakan cita-citanya untuk meraih medali emas. Mungkin tindakan yang dilakukan pendayung itu ditertawakan banyak orang. Tapi tahukan anda, apa balasan yang diterima pendayung itu dikemudian hari? Singkat cerita, beberapa tahun kemudian, pendayung itu menerima telegram dari putranya yang sedang mengikuti pertandingan olahraga. Ia baru saja memenangkan medali emas di kelas 10.000 meter. Dalam telegram ia menulis, "Ayah, terima kasih karena telah menunggu kelahiranku. Aku akan pulang dengan membawa medali emas, yang harusnya ayah menangkan beberapa tahun lalu".
Dari kisah ini kita belajar tentang bagaimana kehadiran keluarga berdampak besar bagi anggota keluarga. Mantan Wakil Presiden Amerika Serikat Theodore Rooselvet berkata: "Aku lebih suka melewatkan waktu bersama keluarga daripada dengan petinggi dunia manapun".
Kita akan sampai pada satu titik, dimana semua yang kita lakukan, jerih payah kita, semua hanya untuk mereka, keluarga yang kita cintai. Ditengah dilema karir dan keluarga, kita akan temukan bahwa jabatan, prestasi dan promosi, tidak seberarti kebersamaan dengan keluarga. Ada seorang sukses berkata, "Kalau saya berhasil di bisnis maka saya berhasil 50% dalam hidup saya. Tapi kalau saya berhasil di bisnis dan keluarga, maka saya berhasil 100% dalam hidup saya.
Relakah kita menukar kehangatan dalam keluarga kita dengan kesibukan pekerjaan? hingga kita tidak memiliki lagi waktu berkualitas bersama keluarga. Tentukan sikap anda sekarang. Investasikan waktu anda untuk keluarga. Jangan sampai ketika detik-detik terakhir dalamhidup kita, kita baru mengatakan, "Keluargaku adalah prioritas utamaku". Keluargamu yang terbaik, dari segala urusanmu yang terbaik, sedang menunggumu di rumah.



Post your comment