Familiy Discovery: Sikap Optimis
Sebuah penelitian menunjukkan, orang yang optimis akan hidup lebih panjang 8 tahun dari pada orang yang pesimis. Orang yang optimis juga punya kesempatan hidup lebih panjang. Seorang lansia yang optimis memiliki fungsi kekebalan tubuh yang lebh baik, daripada lansia yang pesimis.
Optimis juga menolong kita dalam menghadapi penyakit. Sikap optimis akan menolong kita dalam menghadapi penyakit jantung. Seperti harapan yang menjadi senjata ampuh bagi penderita kanker untuk bertahan hidup. Ada sebuah percobaan yang dilakukan untuk membuktikan bahwa optimis diperlukan untuk bertahan hidup.
Percobaan dilakukan terhadap 2 ekor tikus, dengan sarana ember. Kedua ekor tikus itu diuji dalam keadaan yang sama, baik stamina maupun kandungan air dalam ember. Kedua tikus itu dimasukkan kedalam ember yang berisi air. Kedua tikus itupun langsung berenang karena keadaan ember tidak memungkinkan untuk melompat keluar. Kedua tikus itu hanya bisa berenang dan berendang.
Beberapa saat kemudian dilakukan tindakan lain, satu ember ditutup, sedangkan yang lain dibiarkan terbuka. Keesokan harinya ketika diperiksa, tikus yang ada dalam ember yang ditutup telah mati, sedangkan tikus yang ada dalam ember yang terbuka masih hidup. Apa yang terjadi? Tikus dalam ember yang tertutup telah kehilangan harapan, ia diserang sikap pesimis, ia merasa tidak mungkin
bisa keluar dari ember, dan memilih untuk mati. Sedangkan tikus dalam ember terbuka mempunyai harapan untuk keluar dari ember, sehingga ia terus berenang. Optimis mendorong tikus itu untuk bertahan hidup.
Penelitian itu menunjukkan bahwa sikap optimis bermanfaat dan sangat dibutuhkan dalam menghadapi kehidupan ini. Optimis mendorong kita untuk semangat dan berhasil dalam usaha dan keluarga, serta menambah panjang usia.
Bagaimana cara untuk menjadi orang yang optimis?
1. Melihat segala sesuatu dengan kacamata positif. Sekecil apapun yang diperoleh selalu bersyukur.
2. Bekerja dengan semangat, karena kita selalu melihat dengan sudut pandang positif atas hidup ini.
3. Mengelola hal-hal negatif dalam hidup, dan selesaikan secepatnya
4. Bergaul dengan orang-orang yang optimis, maka perlahan kita akan terbawa memiliki sikap tersebut.
Dalam kedaan sulit dan tidak menentu, mari kita jaga sikap optimis, karena optimis akan memberi kesehatan yang lebih baik, usia lebih panjang, dan kemungkinan sukses yang lebih besar. Orang pesimis melihat masalah dibalik kesempatan, sedangkan orang optimis melihat kesempatan dibalik semua masalah.



Post your comment