Home | Indonesia Strong From Home | Ketika Kakak Harus Mengalah pada Adik

Ketika Kakak Harus Mengalah pada Adik

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Indonesia Strong From Home

Di negeri kita ada kebiasaan yang sangat umum, yakni anak yang lebih tua harus selalu mengalah pada adiknya. Apa sebenarnya dasar logika kebiasaan itu? Dan bagaimana dengan prinsip keadilan?

Contoh kasus, nenek selalu memarahi kakak ketika adik menangis. Tanpa tahu duduk persoalan, serta siapa yang benar dan salah, nenek selalu membela adik, dan melimpahkan kesalahan pada kakak. ”Sudah besar kok tidak mau mengalah pada adik”, begitu kalimat yang sering diucapkan, bahkan kadang disertai cubitan.

Apa yang terjadi selanjutnya? Kakak menjadi anak yang tidak memiliki rasa percaya diri. Ia mulai membenci adiknya, karena selalu dipersalahkan dan tidak pernah dibela atau dianggap benar, meskipun ia ada di pihak yang benar. Ia mulai melawan ketidakadilan. Kakakberadik  jadi makin sering bertengkar. Adik yang selalu dibela menjadi makin egois dan berani pada kakak,  karena selalu dianggap dan merasa benar. Lama-kelamaan adik menjadi pemberontak. Ya, nenek telah menobatkan adik menjadi raja cilik ysng lalim di tengah keluarga.

Anak harus diajari untuk memahami  yang benar dan salah atas perbuatannya, terlepas apakah dia lebih muda atau lebih tua, sulung atau bungsu. Nilai benar dan salah tidak mengenal konteks usia. Benar adalah benar,  salah adalah salah, siapapun pelakunya dan berapapun usianya.

Berlakulah adil. Sebelum membela anak, ketahuilah informasi dengan lengkap dari mereka dan para saksi secara seimbang. Saat mereka bertengkar dan dalam proses interaksi terjadi rebutan mainan, temukan fakta dan bukti, serta informasi dari saksi. Setelah tahu duduk  persoalan, jelaskan nilai benar dan salah kepada masing-masing anak. Bela anak yang benar. Katakan salah pada anak yang melakukan kesalahan. Tunjukkan hal-hal yang salah dan benar dari perbuatan mereka. Mintalah mereka untuk berdamai segera. Selanjutnya,  buat aturan untuk mereka taati bersama. Siapapun yang melanggar akan kena sanksi. Kuncinya adalah berlaku adil pada mereka berdua. (am)

 

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

Post your comment

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha
  • Email to a friend Email to a friend
  • Print version Print version
  • Plain text Plain text

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

5.00

Log in