Bercermin dari Masa Lalu

Tahun yang sudah berlalu adalah seperti kaca/cermin, yang harus kita perhatikan satu persatu. Apa yang sudah kita lakukan? apakah kita sudah punya tujuan yang jelas, baik untuk target pribadi maupun keluarga.
Kita jarang sekali melakukan mirroring atau refleksi dari kejadian-kejaidan yang telah berlalut. Akibatnya, kejadian yang sama terulang lagi dan lagi. Kalau kejadian itu kebahagiaan atau kesuksesan tentu tidak apa-apa, bahkan sangat baik. Tapi bagaimana kalaui kejadian yang terulang itu adalah kekeliruan, kesalahan, atau kekhilafan? Inilah yang harus diambil pelajaran.
Dari kejadian di masa lalu, kita perlu membuat catatan darimana harus memulai, sudah sampai dimana, dan akan kemana kita. Bukan hanya untuk urusan bisnis atau pekerjaan, tapi juga untuk urusan keluarga. Banyak keluarga yang retak akibat kurangnya perencanaan dalam keluarga. Ayah sebagai kapten dalam keluarga masih belum tahu mau kemana membawa keluarganya, dan ap ayang mau dicapai. Urusan keluarga hanya dianggap sebagai rutinitas. Aibatnya muncul rasa bosan, dan kehilangan arah.
Tujuan hidup bebas mau kemana aja. Yang penting ada tujuan yang jelas. Seperti orang yang keluar dari rumah, dia tidak akan sampai kemana-mana kalau tidak punya tujuan. Sebaliknya, meski jalannya berliku, tapi jika tujuan jelas maka ia akan sampai di tujuan. Untuk itu, mantapkan kembali tujuan hidup kita. Buatlah tujuan yang baik bagi kita, keluarga kita, dan orang-orang disekitar kita.
Tuhan menciptakan banyak momentum bagi kita untuk melakukan evaluasi diri. Momentum itu bisa saja pada saat pergantian tahun, bahkan setiap hari sesungguhnya adalah momentum. Kita harus bisa memanfaatkan momentum itu dengan baik.



Post your comment