Home | Indonesia Strong From Home

Indonesia Strong From Home

Mendidik Anak Dengan Doktrin vs Kesadaran

Saat ini kecenderungan bangsa kita tumbuh fanatisme terhadap apapun. Ciri-ciri fanatisme antara lain: masyarakat makin agresif, mengedepankan kepentingan pribadi, merasa paling benar, dan lebih mempercayai figure tertentu. ... Full story

Mengajari Anak Agar Bisa Dipercaya

Orangtua lebih sering berlomba untuk membuat anaknya cerdas. Untuk itu, orangtua memberkan anaknya berbagai les dan bimbingan. Orangtua mengabaikan pembentukan moral anak, salah satunya agar anak bisa menjadi anak yang dipercaya (jujur). Akibatnya bimbingan moral dan akhlak luput dari perhatian orangtua. ... Full story

Tabur Tuai

Tabur tuai adalah hukum alam. Tabur tuai juga berlaku dalam cara kita membesarkan anak (parenting). Jika kita menabur kebaikan kepada anak-anak kita, maka kelak mereka akan tumbuh menjadi anak yang baik. ... Full story

Jangan Mengungkit Kesalahan Anak

Kebiasaan orangtua menjadi pendengar yang buruk bagi anaknya, dan sikap orangtua yang terlalu cepat mengambil kesimpulan, biasanya akan diakhiri dengan penutup yang menyakiti anak, yaitu mengungkit kesalahan anak. ... Full story

Bercermin dari Masa Lalu

Tahun yang sudah berlalu adalah seperti kaca/cermin, yang harus kita perhatikan satu persatu. Apa yang sudah kita lakukan? apakah kita sudah punya tujuan yang jelas, baik untuk target pribadi maupun keluarga. ... Full story

Ketika Kakak Harus Mengalah pada Adik

Di negeri kita ada kebiasaan yang sangat umum, yakni anak yang lebih tua harus selalu mengalah pada adiknya. Apa sebenarnya dasar logika kebiasaan itu? Dan bagaimana dengan prinsip keadilan? ... Full story

Jangan Menakut-nakuti Anak

Untuk menenangkan anaknya yang menangis, seringkali orangtua menakuti-nakuti anaknya. Misalnya, “Kalau kamu menangis terus nanti disuntik dokter lho..”. Atau, jika anak menangis ketika keinginannya untuk dibelikan mainan baru tidak dipenuhi, orangtua mengatakan, “kalau kamu minta terus nanti mama panggilkan satpam lho..” ... Full story

Ikuti Kata Hatimu

Hidup adalah sebuah perjalanan, dari mana, mau ke mana, dan akan berakhir di mana. Untuk menentukan perjalanan kita, bayangkanlah saat kita mati, bayangkan orang-orang yang kita kenal hadir, bayangkan apa yang ingin kita dengar dari mulut mereka tentang kita, di situ kita akan tau siapa kita, dan apa tujuan kita. ... Full story

Rasa Bersalah Pada Anak

Kehidupan metropolitan memaksa sebagian besar orangtua banyak menghabiskan waktu di kantor atau jalan, daripada bersama anak. Terbatasnya waktu menyebabkan banyak orangtua merasa bersalah atas situasi ini. Akibat merasa bersalah itu, orangtua menyetujui perilaku buruk anak atau ucapan buruk anak. ... Full story

Catatan Untuk Orangtua

Orangtua sering merasa paling benar kepad aanak-anaknya. Orangtua sering memaksakan kehendak dan persepsi kepada anak-anak. Orangtua lupa kalau mereka pernah menjadi anak-anak. Sedangkan anak-anak belum pernah menjadi orangtua. ... Full story

1 2 3 4 5 6 7 next total: 64 | displaying: 1 - 10

Log in