Skill

Ada 4 tahap untuk mempelajari skill agar menjadi kebiasaan. Dari keempat tahap ini yang paling menyebalkan adalah tahap konsius kompeten. Sedangkan tahap yang paling menantang adalah tahap konsius kompeten.
Ada 4 tahap untuk mempelajari skill agar menjadi kebiasaan:
1. Unkonsius inkompeten (tidak sadar tidak mampu)
2. Konsius inkompeten (sadar tapi tidak mampu)
3. Konsius kompeten (sadar dan mampu)
4. Unkonsius kompeten (mahir)
Dari keempat tahap ini yang paling menyebalkan adalah tahap konsius kompeten. Sedangkan tahap yang paling menantang adalah tahap konsius kompeten, karena pada tahap ini kondisinya adalah antara sudah bisa dan belum bisa. Adapun tahap yang paling menyenangkan adalah tahap unkonsius kompeten, karena pada tahap ini kondisinya sudah bisa, bahkan mahir.
Kekuatan consiusmind manusia dalam merespon sesuatu adalah 7+2-2=5. Maksudnya, kalau dalam keadaaan tenang dan senang, maka seseorang bisa melakukan 9 hal dalam rentang waktu yang relatif pendek. Sedangkan dalam keadaan tidak tenang dan tidak senang, maka seseorang sulit melakukan banyak hal atau dibawah 5.
Manusia menciptakan dunianya berdasarkan peta mental. Contoh: A dan B melihat ular dalam jarak 2 meter. A sangat takut, sedangkan B tidak. Ini karena di kepala A dan B peta mentalnya berbeda. Dalam kepala A, ular adalah hewan berbahaya, sedangkan dalam kepada B, jika tidak diganggu ular tidak akan menyerang. Untuk itu sangat penting bagi kita menyimpan “sukses” dalam peta mental kita.
Peta mental sendiri terbentuk melalui 3 proses:
1. Proses delation (menghapus)
2. Proses distorsion (distorsi)
3. Proses Generalisasion (menyamartakan)
Dengan mengetahui hal tersebut, maka kita bisa lebih bijaksana dalam menggunakan otak kita. Jangan fokus pada kegagalan dan lebih selektif dalam mengelola informasi. (amel)



Post your comment