Bolehkah Bos Nongkrong dengan Anak Buah?

Pimpinan nongkrong dan bercanda dengan anak buah? tidak masalah. Selama hubungan baik tetap terjaga, bisa menyadarkan tugas dan tanggungjawab kedinasan, dan tidak berlebihan. Yang penting hasil kerja bagus dengan proses kerja yang bagus.
Bos yang jaim (jaga image) kemungkinan besar akan memandang jabatannya sebagai kedudukan, sehingga dia merasa ada di tempat yang tinggi dan harus dihormati. Dia mungkin menjaga jarak dengan anak buahnya agar bisa mempersuasif atau menyuruh-nyuruh anak buah. Dia jarang terjun langsung dalam pekerjaan yang dilakukan anak buahnya. Apakah itu salah? Mungkin saja tidak, sepanjang dia tetap mengutamakan dan memperjuangkan kepentingan perusahaan dan membawa hasil yang baik untuk jangka panjang. Itu adalah sebuah pilihan dalam gaya kepemimpinan. Tapi biasanya penghormatan anak buahnya cuma basa-basi, hanya di permukaan.
Jadi apakah kalau seorang pimpinan nongkrong dengan anak buah itu benar? Tidak juga, kalau motifnya itu populis, manipulatif dan memanfaafkannya untuk kepentingan pribadi, atau tdak dia tidak punya konsep akan dibawa kemana organisasinya. Kemungkinan besar anak buah lebih suka pimpinan yang bergabung dengan persoalan yang tengah mereka dihadapi, dan merasa senasib sepenannggungan, sehingga tidak terbersit di benak anak buah “saya yang capek kerja, dia yang dapat nama dan uang”.
Bergabung dengan anak buah membuat pimpinan memahami keberadan mereka, dan tahu apa yang ada di pikiran anak buah. Setelah menyesuaikan diri dengan anak buah, akan terjalin hubungan baik, dan ada kepercayaan anak buah kepada pimpinan. Dengan begitu pimpinan bisa menggiring pikiran anak buah ke arah kemajuan. Bukankah sugesti lebih mudah masuk dalam keadaan rileks? Judul permainannya adalah “keberanian” bukan “takut”, takut akan dituntut ini itu. Biarkan anak buah tahu bahwa pimpinan memikirkan nasib dan aspirasi mereka. Tapi biarkan juga mereka tahu bahwa pimpinan memikirkan keterbatasan perusahaan.



Post your comment