Home | Provokasi | Bolehkah Bos Nongkrong dengan Anak Buah?

Bolehkah Bos Nongkrong dengan Anak Buah?

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Provokasi

Pimpinan nongkrong dan bercanda dengan anak buah? tidak masalah. Selama hubungan baik tetap terjaga, bisa menyadarkan tugas dan tanggungjawab kedinasan, dan tidak berlebihan. Yang penting hasil kerja bagus dengan proses kerja yang bagus.

Bos yang jaim (jaga image) kemungkinan besar akan memandang jabatannya sebagai kedudukan, sehingga dia merasa ada di tempat yang tinggi dan  harus dihormati. Dia mungkin menjaga jarak dengan anak buahnya  agar bisa mempersuasif atau menyuruh-nyuruh anak buah. Dia jarang terjun langsung dalam pekerjaan yang dilakukan anak buahnya. Apakah itu salah? Mungkin saja tidak, sepanjang dia tetap mengutamakan dan memperjuangkan kepentingan perusahaan dan membawa  hasil yang baik  untuk jangka panjang. Itu adalah sebuah pilihan dalam gaya  kepemimpinan. Tapi biasanya penghormatan anak buahnya cuma basa-basi, hanya di permukaan.

Jadi apakah kalau seorang pimpinan nongkrong dengan anak buah itu benar? Tidak juga, kalau motifnya itu populis,  manipulatif dan memanfaafkannya untuk kepentingan pribadi, atau tdak dia tidak punya konsep akan dibawa kemana organisasinya. Kemungkinan besar anak buah lebih suka pimpinan yang bergabung dengan persoalan yang tengah mereka dihadapi, dan merasa senasib sepenannggungan, sehingga tidak terbersit di benak anak buah “saya yang capek kerja, dia yang dapat nama dan uang”.

Bergabung dengan anak buah membuat pimpinan memahami keberadan mereka, dan  tahu apa yang ada di pikiran anak buah. Setelah menyesuaikan diri dengan anak buah, akan terjalin hubungan baik, dan ada kepercayaan anak buah kepada pimpinan. Dengan begitu  pimpinan bisa menggiring pikiran anak buah  ke arah kemajuan. Bukankah sugesti lebih mudah masuk dalam keadaan rileks? Judul permainannya adalah “keberanian” bukan “takut”, takut akan dituntut ini itu. Biarkan anak buah tahu bahwa pimpinan  memikirkan nasib  dan aspirasi mereka. Tapi biarkan juga mereka tahu bahwa pimpinan  memikirkan keterbatasan perusahaan.

 

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

Post your comment

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha
  • Email to a friend Email to a friend
  • Print version Print version
  • Plain text Plain text

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in