Home | Refleksi Prie GS | Partai Pecah Belah

Partai Pecah Belah

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Refleksi Prie GS

Jika jumlah kekecewaan meningkat, maka jumlah partai saya bayangkan juga akan meningkat. Kalau bayangan ini benar, akan ada partai politik yang didirikan cuma dengan azas kecewa. Kecewa dengan masa lalu dan berhayal akan masa depan.

Bagi yang kecewa, masa lalu selalu salah, dan  masa depan selalu cerah. Bagi yang berbakat kecewa, masa depan akan selalu mengecewakan begitu jadi masa kini. Akhirnya dia lebih suka membayangkan masa depan sebagai masa depan, dan  sulit menjadi masa kini, karena melulu ada didepan. Jika masa lalu terus dipersalahkan dan masa depan diimpikan, maka masa kini selalu jadi yang diremehkan.

Pihak  yang meremehkan masa kini itu amat sulit menghentikan kebiasaan menyumpahi masa lalu dan hayalannya akan masa depan. Karena itu banyak masa kini yang diterlantarkan. Misalnya, bermimpi bebas dari banjir, sambil saat ini tetap membuang sampah dengan serampangan.  Masa depan yang dibayangkan akan lebih cerah itu adalah bayi yang tak pernah dikandung tapi ingin dilahirkan. Ini logika yang rancu, tidak mengandung tapi bermimpi ingin melahirkan. Mengandung itu tirakatnya, kelahiran itu pahalanya. Pahala tanpa tirakat sama saja kredit tanpa cicilan. Ini tidak mungkin!

Begitu juga dengan mereka yang masih mempertahankan  tradisi korupsi dan suap, tapi memimpikan negara  makmur dan tentram. Ada masa depan yang dibayangkan indah tapi dijalankan secara tidak indah pada hari ini. Bagaimana mungkin membangun istana pasir, tapi mengharapkannya menjadi istana betulan di masa depan. Banyak masa kini sibuk dikecewai daripada disetiai.  

Para pengingkar masa kini adalah orang yang merasa isi hari ini selalu kurang. Sebab kelebihan dibayangkan cuma ada di masa depan. Padahal apa yang diburu didepan itu letaknya akan selalu di depan. Masa  depan yang telah menjadi  hari ini tidak dianggap tidak punya arti lagi karena tiba-tiba ada di depan lagi.  Karena itu perburuan terhadap masa depan yang  pasti adalah dengan penghormatan kepada hari ini. Maka jika hari ini yang ada cuma penghianatan  terhadap saat ini, percayalah, masa depan akan sulit menepati janji.  Jika hari ini pekerjaan kita  menghianati tata ruang, maka kota-kota di masa depan tidak akan memberi keadaan layak huni. Adalah mustahil membayangkan kerukunan, kalau hari ini perpecahan selalu kita semaikan.

 

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

Post your comment

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in

as