Home | Refleksi Prie GS | Kedudukan Kerupuk

Kedudukan Kerupuk

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Refleksi Prie GS

Belum pernah saya mendengar pakar gizi membahas manfaat kerupuk. Atau karena sedikit manfaatnya sehingga tidak perlu pembahasan? Atau justru tidak ada manfaatnya sama sekali? Jangankan kerupuk, rokok saja yang jelas bahayanya mustahil dilarang dengan serta merta.

Walau  tidak penting, namun kerupuk amat sentral bagi lidah masyarakat Indonesia.  Kandungan gizi kerupuk mungkin memang rendah.  Sebelum melar, kerupuk mentah bisa sangat kecil ukuranya. Pemekaran yang agresif terjadi di wejana penggorengan. Ia meramaikan kedudukan nasi dan sayur. Ia member sensasi, memperdayai dan menipu lidah. Bagi penggemarnya, paduan rasa pedas dan kerupuk jadi menggemaskan.

Kerupuk memang tidak penting. Tapi karena harus ada dia menjadi penting. Begitu juga persoalan-persoalan yang tidak penting lainnya, karena harus ada, maka dia menjadi penting. Akhirnya ada barang tidak pentng menjadi penting. Bukan hanya pada soal makanan, tapi menurun dalam kenyataan. Banyak yang akhirnya mementingkan soal-soal yang tidak penting. Lalu terjadilah kekacauan urutan.

Subscribe to comments feed Comments (1 posted)

avatar
taufik mardian 06 October 2011
saya pecinta krupuk, terutama yang semi gosong (tutung)....semakin gurihhh...
total: 1 | displaying: 1 - 1

Post your comment

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

3.50

Log in

as