Melipatgandakan Keuntungan Dengan Mempertahankan Pelanggan Lama
Kalau kita menjual produk atau jasa, ada kelompok target market, pertama: orang-orang yang belum jadi pelanggan, kedua: orang-orang yang sudah jadi pelanggan.
Kebanyakan perusahaan lebih focus pada upaya mencari pelanggan baru, sehingga cenderung melupakan pelanggan lama. Padahal mencari pelanggan baru membutuhan eneri dan biaya yang tidak sedikit. Sementara hasil yang akan diperoleh belum tentu maksimal. Padahal dengan memberi perlakuan khusus kepada pelanggan lama, hasilnya akan lebih membuka peluang untuk mendatangkan keuntungan. Sayangnya banyak perusahaan yang mengabaikan keberadaan pelanggan lama.
Ditengah persaingan yang ketat saat ini, sudah waktunya perusahaan merangkul kembali para pelanggan lama. Renungkanlah, apakah Anda sudah memikirkan dengan serius tentang “apakah Anda sudah serius bahwa Anda serius melakukan sesuatu agar costumer yang pernah datang kepada Anda, kembali datang, upaya apa yang akan Anda lakukan”. Hubungilah mereka segera. Lakukan jemput bola!
Setiap bisnis harus diarahkan, harus punya tujuan untuk produk atau perusahaan.
Ada sekelompok pelanggan yang dinamakan riving fans atau fans berat. Dalam dunia olahraga, riving fans ikut menyaksikan pertandingan kemana-mana. Dalam bisnis juga ada riving fans. Caritahulah siapa dan dimana riving fans Anda! Setelah itu perlakukan mereka dengan baik melalui produk dan pelayanan Anda.
Jika Anda tidak yakin dengan siapa riving fans Anda, maka lakukan up grade terhadap pelanggan yang ada. Ada 3 sisi untuk meng-up grade pelanggan:
1.Dari sisi produk. Produk Anda harus bermutu, harus member “value for the money”, seimbnag atau lebih tinggi. Kalau itu sudah Anda penuhi, maka ada alas an bagi pelanggan untuk bertahan kepada Anda.
2.Dari sisi people (Sumber Daya Manusia). Produk yang bagus tanpa SDM yang bagus akan kurang maksimal. Mislanya customer service yang tidak ramah, tidak menguasai produk dan sebagainya.
3.Dari sisi system. Produk bagus, SDM bagus, tapi system tidak bagus, maka hasilnya juga tidak akan maksimal karena tidak didukung oleh system yang baik. Contoh system midalnya, apakah ada system yang mengatur tentang bagamana memperlakukan customer, baik customer baru maupun customer lama.



Post your comment