Home | Smart Economic Issues | Kenaikan Tarif Listrik&Dunia Usaha

Kenaikan Tarif Listrik&Dunia Usaha

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Smart Economic Issues

Pemerintah pada 1 Januari 2013 mulai memberlakukan kenaikan Tarif Tenaga Listrik (TTL) sebesar 15% yang dilakukan secara bertahap setiap triwulan. Kenaikan TTL dilakukan agar subsidi listrik yang telah dianggarkan dapat digunakan secara efektif kepada masyarakat yang membutuhkan, dan pemerintah memiliki ruang fiskal untuk belanja infrastruktur. Pemberian subsidi energi saat ini sudah tidak efektif sehingga harus dikendalikan. Untuk itu masyarakat dan sektor industri (pengusaha) diharapkan bisa memahami kebijakan pemerintah tersebut.

Ekonom Avilinai menilai wajar jika ada penolakan dari kalangan penusaha atas kenaikan TTL. Mestinya pemerintah dalam melakukan kebijakan tidak tiba-tiba, melainkan sudah ada perencanaan dalam 5 tahun.  Sayangnya pemerintah sering melihat ke kondisi anggaran dulu dalam membuat kebijakan.  Kebijakan yang tiba-tiba itu membuat pengusaha  tidak punya persiapan dalam melakukan adjustmen terhadap usahanya. Akibatnya pengusaha saat ini menaikkan harga jual produknya, terutama usaha yang penggunaan listriknya besar.

Apalagi pengusaha juga baru menghadapi kenaikan UMP. Namun Aviliani setuju bahwa pengusaha perlu diberi pembelajaran kalau suatu saat listrik tidak disubsidi, agar mereka bisa melakukan berbagai perhitungan. Yang bisa dilakukan pengusaha saat ini adalah melihat kembali  struktur industrinya, dan mencari komponen biaya yang bisa ditekan. Kalau memang diperlukan, mereka bisa mengajukan penundaan kenaikan UMP.

Menurut Aviliani, dengan kenaikan TTL bertahap hingga mencapai 15%, maka pemerintah harus merealisasikan kompensasi dalam bentuk pembangunan infrastruktur terutama yang trekait dengan dunia usaha. Dengan demikian, pengusaha dapat menekan harga.  Dana subsidi listrik juga harus dialihkan untuk membangun infrastruktur yang terkait dengan energi dan peningkatan kapasitas listrik.

Kenaikan TTL sendiri sebenarnya tidak terkait langsung dengan penyehatan APBN. Ini hanya masalah pilihan pemerintah, menghilangkan subsidi BBM yang jumlahnya mencapai 300 trliun, atau menghilangkan subsidi listrik yang 75 triliun. Untuk menaikkan harga BBM pada tahun ini kelihatannya sulit dilakukan, karena tahun ini dekat dengan tahun politik, atau menjelang Pemilu tahun 2014. Alasan yang bisa diterima adalah kenaikan TTL dilakukan agar PLN bisa meningkatkan kapasitas kelistrikan.

 

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

Post your comment

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in

as