Catatan Ekonomi 2011 dan 2012

Berbagai peristiwa ekonomi telah terjadi di tahun 2011 lalu. Semua peristiwa itu menjadi catatan dalam memasuki tahun 2012. Catatan tersebut harus dijadikan tantangan dan peluang agar ekonomi di tahun 2012 agar lebih baik.
- Ditengah perekonomian global yang memburuk, perekonomian Indonesia masih bisa tumbuh 6,5 %. Hal ini menunjukkan pondasi ekonomi Indonesia sukup kuat, sehingga dampak dari krisis ekonomi global tidak terlalu besar. Meski demikian masih banyak yang harus diperbaiki, mengingat investasi di sektor riil belum banyak masuk ke Indonesia.
- Inflasi sepanjang tahun 2011 relatif rendah. Namun pada tahun 2012 pengelolaan inflais harus lebih berhati-hati, mengingat ada sejumlah faktor resiko yang bisa memicu inflasi, seperi rencana pembatasan BBM bersubsidi.
- Pembangunan infrastruktur belum seperti yang diharapkan, sehingga belum bisa mengkompensasi krisis ekonomi global. Di tahun 2012 ini, perlu strategi guna mendorong pembangunan infrastruktur. Misalnya evaluasi Peraturan Presdien nomor 54 tentang pengadaan barang dan jasa, serta kebijakan lain agar tender barang bisa lebih cepat. Selama ini penyerapan anggaran pemerintah masih relatif lambat . Pada November 2011 penyerapan anggaran baru 67 %. Ini artinya masih ada hambatan dalam penyerapan anggaran. Padahal kontribusi APBN dan APBD terhadap pertumbuhan cukup signifikant, 15 hingga 20%. Belanja pemerintah akan menjadi stimulus ekonomi bagi dunia usaha dan masyarakat.
- Jumlah penduduk Indonesia merupakan pasar yang potensial. Sekitar 100 juta penduduk merupakan usia produktif yang menjadi potensial market. Kebutuhan mereka sangat tinggi. Hal ini membuka peluang untuk sektor usaha apapun. Terkait hal itu, investasi yang potensial adalah dibidang property, retail, makanan dan minuman, yang berhubungan gaya hidup dan pariwisata. (am)



Post your comment