Dampak Demo Pekerja Terhadap Perekonomian Nasional

Hari Jumat pekan lalu, pekerja pabrik di Bekasi Jawa Barat melakukan aksi demo di 5 lokasi, termasuk memblokir tol Cikampek yang merupakan jalur ekonomi di Jabodetabek. Mereka menuntut dibatalkannya pencabutan upah minimum kabupaten.
Ekonom Aviliani mengatakan, jika berlarut-larut, masalah perburuhan itu bisa berdampak pada perekonomian nasional, berupa terganggunya iklim investasi. Investor akan berpikir dua kali untuk masuk ke Indoensia jika melihat aksi buruh yang sedemikian rupa. Sementara untuk investasi yang sudah ada, bukan tidak mungkin akan hengkang dari Indonesia. Investmen grade Indonesia yang dinaikkan beberapa waktu lalu, bisa terganggu akibat aksi demo buruh.
Selain itu, dampak lain yang akan terjadi adalah, jika investasi dihentikan dan usaha ditutup, akan terjadi PHK, makin banyak pengangguran, dan hal ini akan menimbulkan masalah sosial lainnya.
Demo buruh yang menuntut upah sebenarnya tidak perlu terjadi, jika pemerintah daerah dan pengusaha mau duduk bersama untuk membahas soal upah. Sayangnya yang terjadi adalah pemerintah daerah mengeluarkan ketentuan upah secara sepihak. Hal ini diduga karena terkait dengan kepentingan politik, untuk mencalonkan diri sebagai pejabat politik di daerah. Akhirnya untuk menarik simpati massa, ia menaikkan UMR tanpa melihat kemampuan pengusaha.
Ke depan persoalan seperti ini diharapkan tidak terjadi lagi. Semua masalah perburuhan termasuk soal upah, harus dibicarakan antara pemerintah (pusat dan daerah), serikat pekerja, dan pengusaha, guna mencari angka yang bisa diterima, baik oleh pekerja maupun pengusaha.
Bagaimanapun unskill labour di Indonesia masih sangat tinggi. Pengusaha juga tidak boleh memperlakukan mereka hanya sebagai pekerja. Alangkah baiknya jika pekerja diberi latihan keterampilan, sebagai bekal mereka untuk mandiri di kemudian hari. (am)



Post your comment