Home | Smart Economic Issues | Harga Minyak dan Subsidi BBM

Harga Minyak dan Subsidi BBM

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Smart Economic Issues

Pemerintah terancam menghadapi lonjakan anggaran subsidi BBM, menyusul terus meningkatnya harga minyak dunia. Beranikah pemerintah menaikkan harga BBM? Bagaimana dengan rencana pembatasan BBM bersubsidi?

Ekonom Aviliani mengatakan subsidi BBM yang berlangsung selama ini adalah subsidi yang bisa dinikmati semua orang. Akibatnya anggaran subsidi pemerintah terus meningkat. Kalau dulu rata-rata konsumsi BBM sebanyak 37 juta kiloliter, maka sekarang membengkak menjadi 41 juta kiloliter. Otomatis anggaran subsidi juga membengkak. Apalagi jika harga minyak dunia naik seperti sekarang ini.

Peningkatan anggaran subsidi secara terus menerus mengakibatkan terhambatnya pembangunan pada sektor, karena anggaran tersedot untuk subsidi BBM. Misalnya pembangunan infrastruktur dan transportasi umum yang berkaitan dengan BBM. Jika infrastruktur perhubungan dan tranportasi umum baik, maka kemacetan bisa berkurang, dan penggunaan BBM lebih hemat.

Butuh keberanian besar untuk mengatasi masalah subsidi BBM. Solusi yang bisa diambil adalah menaikkan harga BBM, atau membatasi konsumsi BM. Dari kedua solusi itu, sebenarnya kebijakan yang paling “mudah” dilakukan pemerintah adalah menaikkan harga BBM. Namun pemerintah tidak akan berani melakukannya karena itu bukanlah kebijakan yang populis. Sedangkan solusi membatasi BBM bersubsidi, lebih memerlukan persiapan yang matang, seperti persiapan mekanisme/teknisnya, dan infrastruktur jika ada pengalihan ke BBG.

Mengingat akan adanya pembahasan APBN Perubahan 2012, maka pemerintah sebaiknya mewacanakan kenaikan harga BBM. Meski demikian bukan berati juga kenaikan BBM bisa dilakukan begitu saja. Tetap perlu ada persiapan dan atisipasi dampaknya,  seperti perlunya sosialisasi, dan bagaimana antisipasi dampak ke inflasi.

Sudah saatnya pemerintah mengakhiri subsidi kepada produk, karena tidak tepat sasaran. Subsidi sebaiknya diberikan kepada orang.  Untuk pengendara motor misalnya, subsidi BBM bisa dialihkan dalam bentuk pemotongan pajak. Potongan pajak sesuai besaran selisih antara harga keekonomain premium dengan harga dasar.

 Jika anggaran subsidi yang mencapai 160 triliun bisa dihemat setengahnya (80 triliun), maka anggaran tersebut bisa digunakan untuk pembangunan yang lebih bermanfaat dan dinikmati masyarakat banyak, seperti infrastruktur dan transportasi umum. (am)

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

Post your comment

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in

as