Home | Smart Economic Issues | Keuntungan Kebijakan Fiscal Cliff AS bagi Indonesia

Keuntungan Kebijakan Fiscal Cliff AS bagi Indonesia

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Smart Economic Issues

Pada tanggal 31 Desember 2012 pemerintah dan Kongres AS menyepakati kebijakan Fiscal Cliff. Dengan kebijakan ini dilakukan penurunan defisit anggaran secara tajam akibat kenaikan pajak dan pengurangan belanja. Kebijakan ini terpaksa ditempuh pemerintah AS untuk menyelematkan ekonomi negara.

Dengan kebijakan tersebut maka program yang akan dilakukan Pemerintah AS antara lain: mengakhiri penurunan pajak penghasilan sementara (menyebabkan kenaikan 2% pada tarif Pph karyawan), adanya Program Pajak baru yang mensyaratkan pajak penghasilan yang lebih besar, program pajak baru berkaitan dengan Undang-undang Kesehatan yang diperjuangkan oleh Presiden Obama, dan penurunan pengeluaran/belanja pemerintah (agar bisa berhutang lebih banyak, Pemerintah AS disyaratkan untuk menurunkan pengeluaran guna memperkecil defisit).

Bagaimana pengaruh kebijakan tersebut bagi perekonomian Indonesia? Menurut ekonomi Aviliani, Kebijakan tersebut bisa menjadi momen bagi Indonesia untuk meningkatkan investasi. Karena ketika pajak di Amerika meningkat maka kecenderungannya akan banyak dana yang ditempatkan keluar. Indonesia bisa memanfaatkan peluang ini, baik untuk sektor riil maupun pasar modal, karena Indonesia dilihat sebagai negara yang aman untuk berinvestasi. Yang perlu dilakukan pemerintah adalah melakukan respon yang tepat. Misalnya dengan mengeluarkan obligasi khusus untuk pembangunan infrastruktur. Indonesia bisa memanfaatkan dana yang masuk untuk pembangunan infrastruktur, agar bermanfaat untuk jangka panjang.

Saat ini obligasi yang ada hanya untuk menutup deficit. Keberadaan obligasi infrastruktur bisa menjadi inisiatif untuk menjalin partnership yang lebih menguntungkan daripada pinjaman. Penempatan dana investasi yang masuk ke pembangunan infrastruktur akan lebih bermanfaat, karena bersifat jangka panjang. Sedangkan penempatan dana investasi ke pasar modal hanya bersifat jangka pendek. Ditengah keterbatasan kemampuan pemerintah untuk membiayai pembangunan infrastruktur, peluang dana yang masuk merupakan peluang yang harus ditangkap. Yang diperlukan saat ini adalah respon pemerintah untuk menangkap peluang tersebut baik di pasar modal maupun sector ril.

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

Post your comment

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha
  • Email to a friend Email to a friend
  • Print version Print version
  • Plain text Plain text

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in