Home | Smart Economic Issues | Kartel Pangan & Kemiskinan

Kartel Pangan & Kemiskinan

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Smart Economic Issues

Komite Ekonomi Nasional (KEN) meminta Pemerintah untuk dapat segera mengambil tindakan cepat, dalam menghadapi tingginya harga-harga kebutuhan pangan, khususnya yang disebabkan karena adanya kartel komoditas pangan. Ketua KEN, Chairul Tanjung mengatakan, adanya kartel komoditas pangan saat ini mendorong harga pangan naik dan berdampak pada meningkatnya angka kemiskinan.

Naiknya harga bahan pangan saat ini cenderung disebabkan pengelolaan yang bersifat oligopolis, sehingga dalam upaya mendorong penurunan harga perlu upaya kontrol terhadap tata niaga perdagangan dalam negeri. Jika tata niaga terkontrol, maka harga akan stabil bahkan bisa turun sehingga tidak ada lonjakan kemiskinan.

Ekonom Aviliani mengatakan ada 5 komoditas yang diduga terjadi kartel, sehingga perlu distabilkan pemerintah, yaitu gula, jagung, beras, kedelai, dan daging sapi. Dugaan akan terjadinya kartel memang patut dicurigai, karena dari tahun ke tahun harga kebutuhan pokok terus mengalami kenaikan. Hal ini disebabkan produsen bisa memainkan harga dan pasokan.

Kartel pada komoditas pangan sangat merugikan masyarakat. Kartel bahkan bisa mengakibatkan meningkatnya angka kemiskinan. Untuk pemerintah harus segera mengatasi masalah ini. Diperkirakan masyarakat yang terkena dampak kartel mencapai 100 juta orang. Mereka adalah masyarakat yang menengah ke bawah. Mungkin pendapatan mereka naik 2%, tapi harga kebutuhan pokok dan barang naiknya lebih dari 2 %.  

Pemerintah harus kembali melakukan kontrol ketat terhadap impor kebutuhan pokok. Yang perlu dilakukan antara lain dengan mengembalikan fungsi Bulog untuk melakukan stabilisasi harga. Persoalan pangan di dalam negeri juga perlu dibenahi, karena praktik kartel pangan di­picu oleh tidak tercukupinya produk pangan utama di dalam negeri. Hal itu memunculkan pengu­saha tertentu yang menguasai ko­moditas impor tertentu, sehingga, mereka menguasai distribusi pangan  impor berskala besar bah­kan sampai mengatur harga(am)

 

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

Post your comment

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha
  • Email to a friend Email to a friend
  • Print version Print version
  • Plain text Plain text

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in