Home | Smart Economic Issues

Smart Economic Issues

Perlunya Menjaga Kestabilan Sektor Rill

Sektor riil merupakan sektor ekonomi yang banyak menyerap tenaga kerja. Sektor pertanian misalnya, menyerap 40 juta orang, Sektor manufaktur 15 juta orang, dan sektor perdagangan 25 juta orang. Oleh karena itu, kalau sektor riil tidak dijaga kestabilannya akan terjadi PHK dan penganggguran. Hal ini bisa berdampak pada pertumbuhan ekonomi. ... Selengkapnya

Kenaikan BI Rate & Dampaknya Terhadap Perekonomian

Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 7,5%. BI menilai posisi BI Rata itu sesuai dengan fundamental ekonomi. Kenaikan BI Rate bertujuan untuk memperbaiki defisit transaksi berjalan. Namun, pemerintah menilai kenaikan BI Rate menjadi 7,5% akan memperlambat pertumbuhan ekonomi dalam beberapa waktu ke depan. Menko Perekonomian, Hatta Rajasa mengatakan, bunga kredit perbankan akan naik mengikuti kenaikan BI Rate, sehingga akan menyulitkan sektor riil. ... Selengkapnya

Peringkat Indonesia dalam Doing Business 2014

Laporan "Doing Business 2014" yang dirilis Bank Dunia menyebutkan Indonesia menempati peringkat ke-120 dari 189 negara. Laporan Doing Business adalah laporan yang mengukur kemudahan untuk memulai dan menjalankan bisnis di negara tersebut. Negara tetangga yakni Singapura menempati peringkat pertama dan Malaysia masuk dalam peringkat sepuluh besar. Dalam laporannya Bank Dunia juga menyebutkan bahwa regulasi merupakan sebuah realitas dari awal untuk memulai bisnis. Bila aturan kompleks, maka bisa menghabiskan banyak biaya. ... Selengkapnya

Polemik Kepemilikan Asing

Kepemilikan asing terjadi di berbagai sektor, seperti property dan perbankan. Jika kepemilikan itu dalam jumlah wajar dan diatur dengan kebijakan yang tepat, maka hal itu akan berdampak positif bagi perekonomian. Sebaliknya, jika kepemilikian asing itu tanpa batasan, maka akan berdampak negatif bagi perekonomian. ... Selengkapnya

Pengaruh Hasil KTT APEC untuk Indonesia

Konferensi Tingkat Tinggi negara-negara kerja sama ekonomi Asia Pasifik (KTT APEC) menghasilkan 7 kesepakatan. Hal ini diharapkan bisa diterapkan di tiap-tiap negara anggota APEC. ... Selengkapnya

Menjelang Masyarakat Ekonomi ASEAN Tahun 2015

Indonesia akan menghadapi ASEAN Economic Community, atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada tahun 2015 mendatang. MEA memungkinkan arus barang, modal dan jasa antara negara ASEAN tidak ada lagi hambatan. ... Selengkapnya

Mengantisipasi Kebijakan The Fed

Bank Sentral Amerika Serikat, The Fed akan mengeluarkan kebijakan pengetatan stimulus pembelian obligasi (quantitative easing). Dengan kebijakan ini, stimulus pembelian obligasi senilai US$ 85 miliar per bulan, kemungkinan akan dikurangi sambil menjaga tingkat bunga acuan mendekati nol persen. ... Selengkapnya

Mencermati Kenaikan BI Rate

Bank Indonesia kembali menaikan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 50 basis poin menjadi 7%. BI menilai, tingkat BI Rate tersebut sesuai dengan kondisi saat ini yakni melemahnya nilai tukar rupiah dan tekanan inflasi. ... Selengkapnya

Akankah Krisis Terulang?

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika melemah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus anjlok. Kondisi ini membawa ingatan pada kondisi krisis ekonomi tahun 98. Akankah krisis terulang di negara ini? ... Selengkapnya

Peringkat & Skor Daya Saing Provinsi

Daya saing di 19 provinsi di tanah air berada dibawah tingkat rata-rata nasional. Mayoritas adalah provinsi di Indonesia bagian Timur, sedangkan daya saing di Pulau Jawa sudah diatas rata-rata nasional. ... Selengkapnya

1 2 3 4 next total: 40 | displaying: 1 - 10

Log in