Home | Smart Enterpreneur | Evaluasi Bisnis Untuk Resolusi Bisnis

Evaluasi Bisnis Untuk Resolusi Bisnis

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Smart Enterpreneur

Bagaimana bisnis Anda di tahun 2012 lalu? Semoga sukses. Dan di tahun 2013 ini semoga lebih sukses lagi. Masih di awal tahun, ada baiknya Anda melihat kembali/mengevaluasi kondisi bisnis Anda, agar di tahun 2013 ini kondisi yang tidak baik bisa dihindari, sehingga peluang sukses lebih terbuka, bahkan lebih sukses lagi.

Sebelum membuat resolusi bisnis di tahun 2013, alangkah baiknya jika Anda mengevaluasi lebih dulu kondisi bisnis di tahun lalu. Yang perlu dievaluasi terutama adalah bagaimana kondisi kesehatan bisnis Anda.  

Tahun 2012 sudah tutup buku. Dari situ Anda bisa melihat apakah bisnis Anda sehat atau tidak. Yang bisa dilakukan untuk mendiagnosa sehat tidaknya bisnis adalah:

-Dengan membandingkan antara modal dengan kekayaan/aset. Jika kondisi modal jauh lebih kecil daripada aset, maka bisnis akan beresiko tinggi. Sebaiknya perbandingan antara modal dengan aset adalah 8%:10%. Mengapa demikian? Karena jika perusahaan mengalami kerugian neraca maka yang paling awal digerogoti adalah modalnya. Kalau modal sudah negatif maka kondisi bisnis menjadi tidak seimbang.

-Dengan melihat kondisi kekayaan/aset. Mungkin ada aset perusahaan/bisnis yang diutangi (menjadi piutang), mungkin ada tagihan-tagihan yang belum dibayarkan. Jangan  sampai piutang ini mengalami kemacetan. Karena ini artinya keuntungan yang harusnya diperoleh masih ada di tangan orang lain. Sebaiknya piutang macet tidak lebih dari 5%.

-Apakah ada aset yang menjadi beban atau tidak menghasilkan. Aset yang ada sebaiknya digunakan untuk mendatangkan keuntungan. Misalnya ada bangunan yang nganggur, sementara uang listrik dan biaya lainnya tetap harus dikeluarkan. Bangunan ini sebaiknya disewakan. Lakukan manajemen aset dengan baik sekecil apapun itu.

-Perhatikan likuiditas. Selain melihat laba, Anda juga harus melihat likuiditas. Hal itu untuk persiapan berbagai pembayaran baik yang rutin maupun yang tidak rutin, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Misalnya untuk membayar perpanjangan kontrak/sewa bangunan, membayar gaji pegawai, lisrtik dan sebagainya. Lakukan manajemen keuangan yang sehat.

Kalau Anda melihat ada gejala bisnis Anda tidak sehat, maka menyehatkan kembali bisnis Anda, harus menjadi resolusi utama. (am)

 

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

Post your comment

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha
  • Email to a friend Email to a friend
  • Print version Print version
  • Plain text Plain text

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in