Home | Smart Ethos | Hidup Adalah Milik Sang Penyelamat

Hidup Adalah Milik Sang Penyelamat

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Smart Ethos

Alkisah, tersebutlah seorang bocah sedang berjalan-jalan di kebun. Tiba-tiba ia melihat seekor angsa terbang menukik sambil menjerit kesakitan, lalu tersungkur di semak-semak. Ternyata angsa itu terkena anak panah. Bocah itu lalu memeluk angsa dan memberinya minum. Dengan hati-hati dicabutnya panah yang menusuk angsa itu, dan merobek bajunya untuk membalut luka agar darahnya berhenti.

Tidak lama kemudian, datang seorang bocah lain. Ia ingin mengambil angsa itu karena ia yang memanah angsa itu.  Bocah yang pertama menolak dan berkata, “Angsa ini masih hidup,  saya yang menyelamatkannya sehingga kamu tidak berhak atas angsa ini”.  Namun bocah tadi tetap bersikeras ingin mengambil angsa itu. Akhirnya, masalah ini dibawa ke persidangan. Sidang memutuskan bahwa kehidupan adalah milik mereka yang menyelamatkan, bukan yang menghancurkan. Dan bocah yang menyelamatkan angsa itu adalah yang dikenal sebagai Siddhartha Gautama.

Menjadi penyelamat hidup, pelindung dan  penjaga kehidupan dengan kasih sayang. Itulah poin cerita ini.Kita bisa memilih menjadi penyelamat, penyemangat, memberi vitamin untuk kehidupan, atau sebaliknya.  Cerita ini memberi  teladan kepada kita untuk menjadi pelindung dan penyalamat kehidupan, sebab kehidupan ini adalah anugrah.

 

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

Post your comment

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in

as