Home | Smart Ethos | Dari Sejarawan Menjadi Jendral

Dari Sejarawan Menjadi Jendral

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Smart Ethos

Pada zaman Dinasti Han tersebutlah seorang jendral pemberani bernama Ban Cau. Ia berasal dari keluarga pejabat. Ayanya, Ban Piau adalah cendekiawan terkenal yang bekerja di istana. Ban Cau adalah penulis sejarah resmi yang merintis penulisan buku tersohor sejarah Dinasti Han. Naskah itu dituntaskan oleh saudaranya Ban Gu, dan adik perempuannya Ban Jau.

Di masa mudanya Ban Cau juga mengikuti karir ayahnya sebagai sejarawan istana. Namun menjadi sejarawan ternyata dirasakan  bukan panggilan hidupnya yang sejati. Ia ingin lebih berarti dalam memberi sumbangan kepada negara dengan cara yang berbeda dengan ayahnya.

Ketika sedang menulis di istana, Ban Cau mendengar kabar tentang terjadinya pemberontakan oleh Suku Siong Nu di Utara yang mengancam keutuhan negara.  Oleh karena itu, negara memanggil siapa saja untuk menumpas pemberontakan. Ban Cau tidak tinggal diam. Ia melempar alat tulisnya,  dan mendaftarkan diri untuk ikut berperang. Ia bergabung dengan militer. Menurutnya, tidak elok membenamkan diri dalam tinta dan buku, sementara negara memanggil untuk memadamkan pemberontakan. Dalam 10 tahun terakhir, Ban Cau menghabiskan waktu dalam berbagai pertempuran untuk mengusi Suku Siong Nu. Karena kontribusinya, ia diangkat menjadi gubernur di wilayah Asia Tengah.

Kisah ini menjelaskan tentang panggialan hidup. Panggilan hidup sering berkaitan dengan masalah yang ada di sekitar kita.  Soekarno menjadi penyambung lidah karena konteksnya memang demikian, tidak bisa banyak bicara dalam jajahan kolonial. Ki Hajar Dewantara terpanggil untuk mencerdaskan rakyat karena rakyat yang tidak berpendidikan membuat mereka mudah dijajah dan  diadu domba.

Masalah yang Anda sadari ada di sekitar Anda, baik di lingkungan tempat  tinggal, perusahaan, atau negara, maka masalah  itu menuju pada sebuah panggilan kepada Anda. Dari sanalah panggilan berasal, yang kalau dijawab akan menjadi profesi. Sejarawanpun bisa ubah haluan menjadi tentara, lalu gubernur.

 

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

Post your comment

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha
  • Email to a friend Email to a friend
  • Print version Print version
  • Plain text Plain text

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in