Jembatan dan Telunjuk

Jika Anda pernah ke Newyork pasti Anda tahu jembatan Brooklyn. Jembatan sepanjang 2 kilometer yang menghubungkan Newyork, Manhattan dengan Long Island. Jembatan ini dirancang dan dibangun oleh arsitek keturuanan Belanda, John A. Roebling. Dalam proses pembangunannya, ia mengalami kecelakaan dan meninggal dunia. Setelah melalui proses panjang, putranya, Washington Roebling (32 tahun) menggantikan sang ayah melanjutkan proyek ini.
Saat mengerjakan pembangunan jembatan, Washington Roebling juga mengalami kecelakaan. Akibatnya ia mengalami gangguan dalam berbicara dan hampir lumpuh. Namun berkat semangat besar dan warisan ayahnya untuk meneruskan pembangunan, ia meneruskan pembangunan jembatan lewat istrinya. Ia menemukan cara berkomunikasi dengan jari telunjuknya. Isyarat lewat telunjuk Washington yang diterjemahkan oleh istrinya menjadi perintah-perintah teknik, yang dikerjakan oleh enginernya. Akhirnya jembatan yang luar biasa itupun selesai. Inilah jembatan di dunia yang dibangun dengan jari telunjuk.
Cerita ini mengingatkan bahwa serba kesulitan tidak mesti melumpuhkan kita untuk menuntaskan tugas dan visi kita. Jembatan Brooklyn bisa mejadi pelajaran. Washington Roebling membangunnya dengan ketekunan dan dengan komunikasi melalui jari telunjuknya. Apapun hambatan Anda sekarang, jangan menyerah, temukanteknik-teknik baru untuk membuatnya terwujud. Hidup harus terus berjalan. Jangan tinggalkan proyek dan mimpi Anda. Teruskan sampai berhasil. Visi yang besar dan spirit yang kuat akan menemukan jalannya sendiri hingga akhirnya menjadi kenyataan.



Post your comment