Melayani Orang Kidal

Seorang konsultan yang kidal memasuki sebuah restorana di sebuah hotel untuk makan siang bersama sahabatnya. Sebagai seorang konsultan, dia biasa kelaur masuk hotel dan restoran. Tapi kali ini dia merasakan ada yang istimewa. Karena pelayannya memperhatikan kondisinya yang kidal. Setelah memastikan apakah konsultan itu memang kidal, si pelayan segera merubah setting sendok, garpu, gelas dan lain-lain, dari yang sebelumnya ditata untuk orang bertangan normal menjadi sesuai dengan kebutuhan orang kidal. Setelah itu barulah pelayan melakukan tugasnya menanyakan pesanan.
Kisah ini menggarisbawahi tentang pentingnya mengenali pelanggan kita, kebutuhan spesifik mereka yang harusidilayani. Semua kita adalah pelayan. Apakah itu pengacara, direktur, hakim, marketing, kontraktor, politisi dan lain-lain. Profesi itu harus melayani klien, pelanggan, konstituen dan sebagainya.
Itu adalah persamaan dari semua profesi, pekerjaan ialah melayani. Untuk itu penting untuk melihat kebutuhan spesifik pelanggan. Seperti contoh diatas, jarang sekali restoran yang memperhatikan kebutuhan orang kidal. Sehingga pelanggan yang kidal merasa takjub dengan perhatian tersebut. Penting bagi kita untuk menjadi pengamat, sehingga kebutuhan-kebutuhan khusus pelanggan tidak luput dalam apa yang kita sajikan, yang kita produksi dan sebagainya.



Post your comment