Home | Smart Happiness | Present Self vs Future Self

Present Self vs Future Self

By
Font size: Decrease font Enlarge font
#SmartHappiness 13 Januari 2017 #SmartHappiness 13 Januari 2017

Smart Happiness

"Oh, if I could send a letter to my future self, would it ever help?"

Di tahun baru semua orang bicara resolusi, bicara janji-janji, Dan di akhir tahun kita akan mengatakan bahwa resolusi tahun ini belum tercapai. Selalu ada kesenjangan antara "keinginan" dan "kelakukan".
Dalam diri kita sesungguhnya ada 2 hal: present self dan future self :
1. Present self adalah diri kita sekarang; future self adalah diri kita di masa datang
2. Present self dan future self adalah 2 diri yang berbeda.

Setiap hari terjadi konflik antara present self dan future self dalam diri kita, Saat kita bicara tentang future self, kita selalu bicara yang baik. 
Sayangnya, hidup kita dikendalikan oleh present self, Present self begitu kuat; future self begitu lemah. Hal-hal yang indah, hal-hal yang ideal, mimpi kita, semua adalah future self, 
Sudah menjadi firah manusia untuk menjadi orang yang baik.
Namun yang punya kekuatan untuk mengendalikan kita adalah present self kita, Untuk menjembatani gap antara present self & future self diperlukan kesadaran bhw kita memiliki kedua hal tsb .
Saat hendak melakukan sesuatu, kita harus sadar siapa yang sedang "bicara", present self kah atau future self? 
Untuk memenangkan future self, kondisi tubuh kita harus prima, Kita tidak boleh stres; makan dan istirahat yang cukup dan berkualitas, Jika fisik kita tidak prima, present self akan menjadi dominan mengendalikan kita. Untuk mencapai kebahagiaan, harus ada keseimbangan antara present self dan future self .
Hidup yang bahagi itu adalah bahagia sekarang dan bahagia di masa depan, Present self sering kali menipu kita dengan hal-hal yang genting atau urgent.
Padahal sesuatu itu tidak diukur berdasarkan genting atau tidak, melainkan penting atau tidak, Jadi, sebelum melakukan sesuatu, saringan pertama adalah pertanyaan: apakah ini penting atau tidak. 
Jika sesuatu itu penting, maka saringan kedua adalah genting (mendesak) atau tidak?
Seusatu yang genting belum tentu penting, Kata-kata yang sering kali menipu dan memenangkan present self adalah "menikmati hidup". Present self selalu mencari justifikasi, selalu mencari excuse. Pikiran kita bisa memberikan energi yang luar biasa. Future self yang abstrak, kita turunkan menjadi lebih konkret. Future self sering kali tidak menarik karena begitu abtrak. 
Untuk memenangkan future self ada 3 hal yang perlu kita perhatikan:
1. Sadar bahwa dalam diri kita ada present self dan future self 
2 Tubuh yang sehat
3. Pikiran yang bisa meng-konkretkan future self yang abstrak
If you wanna be happy, be happy NOW!

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

Post your comment

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha
  • Email to a friend Email to a friend
  • Print version Print version
  • Plain text Plain text

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in