Home | Smart NLP | Smart NLP: Kekuatan Visualisasi

Smart NLP: Kekuatan Visualisasi

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Visualisasi adalah membuat gambaran tentang impian yang ingin dicapai didalam pikiran. Gambaran impian itu harus jelas, bahkan jika perlu, buat simbol, seperti rumah, mobil, planet dan sebagainya. Visualisasi perlu dilakukan agar Anda fokus dengan targer atau impian yang ingin dicapai. Semakin jelas visualisasi, semakin mudah Anda menentukan langkah guna mencapai impian tersebut.


Visualisasi terkait dengan manifestasi (perwujudan). Dalam hukum alam, berlaku hukum manifestasi sebagai sebuah perwujudan impian menjadi kenyataan. Dalam hukum itu, apa yang kita inginkan harus ada dipikiran kita dengan kuat. Disitu ada unsur emosi/perasaan, dan tindakan.


Otak manusia bersifat goal oriented. Otak akan mudah fokus pada hal-hal yang jelas. Begitu juga dengan impian. Makin jelas Anda menggambarkan impian, otak akan semakin fokus, sehingga menarik energi dan emosi positif dalam tubuh.


Memang terkadang dalam prosesnya, langkah yang direncanakan hasilnya tidak berjalan seperti yang diharapkan. Namun jika visualisasi Anda kuat, Anda tidak akan patah semangat. Anda tidak akan merubah atau menghapus impian Anda. Yang Anda lakukan adalah merubah langkah atau strategi. Goal tetap, strateginya yang berubah.


Bagaiman agar kita bisa melakukan visualisasi dan fokus kepadanya?
1. Kita harus menyingkirkan lebih dulu visualisasi negatif, yang sering muncul karena adanya perasaan tidak siap. Tanyakan kepada diri sendiri, apa yang belum Anda selesaikan? Setelah itu selesaikan, sampai tidak ada keraguan.
2. Gunakan metode cholapsing anchor, atau meruntuhkan visualisasi positif dan negatif. Misalnya, disatu sisi Anda membayangkan sebuah impian, tapi disisi lain Anda membayangkan kegagalan dan kesulitan. Maka leburkan saja keduanya, lalu katakan "Yes!"


Contoh kekuatan visualisasi:
Atlet senior Susi Susanti mempunyai visualisasi yang kuat terhadap lawan bertandingnya. Dia sudah mengetahui kekuatan dan kelemahan lawan sebelum di bertemu lapangan. Hal itu terus digambarkan dalam pikirannya, lalu berlatih / membayangkan bertanding didalam pikirannya. Dengan demikian dia tidak hanya berlatih secara fisik saja.

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

Post your comment

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in

as