Smart NLP: Konsistensi
Konsistensi merupakan suatu kondisi atau keadaan (state), sehingga sifatnya bisa naik turun (seperti sebuah mood). Konsistensi diperlukan dalam mencapai cita-cita/tujuan.
Konsisitensi dipengaruhi oleh 3 faktor, yaitu:
1. Postur tubuh
2. Apa yang difokuskan
3. Kata-kata
Kalau ketiga faktor ini bersatu, maka konsistensi akan bisa dijaga. Ketiga faktor itu juga saling mempengaruhi.
- Postur tubuh harus dijaga. Postur tubuh harus tegap ke depan. Umumnya postur tubuh orang depresi kepala merunduk ke bawah, bahu turun. Sedangkan orang yang bersemangat postur tubuhnya tegap. Postur tubuh sangat mempengaruhi mood. Begitu juga sebaliknya, mood juga mempengaruhi postur tubuh.
- Apa yang difokuskan haruslah sesuatu yang positif. Jangan fokus pada hal-hal yang negatif. Jangan fokus pada hambatan, rintangan atau kegagalan. Jika fokus pada tujuan/cita-cita, maka rintangan tidak akan menghalangi.
- Kata-kata. Harus berhati-hati dalam memilih kata-kata. Pilihlah kata-kata yang berkonotasi positif dan bersemangat, seperti "pasti bisa" atau "tetap semangat".
Sikap fleksibel dibutuhkan dalam rangka strategi atau pendekatan. Misalnya, untuk mencapai sesuatu cita-cita/tujuan pasti ada rintangan dan hambatan. Fleksibel dalam hal ini adalah bagaimana kita fleksibel mengatasi rintangan tersebut.
Kadang terjadi, ketika kita siap dan konsisten, namun ada faktor eksternal yang membuat kita mundur. Jika keadaan itu terjadi sesekali, maka bisa jadi itu memang faktor eksternal. Namun jika terjadi berkali-kali maka itu artinya kita belum jeli mendeteksi keadaan yang ada, termasuk kesiapan diri kita sendiri. Untuk itu perlu dilakukan deteksi hambatan.
Jika konsistensi terputus ditengah jalan, maka segera kembali ke rencana awal. Untuk itu sebelumnya kita harus menyiapkan rencana awal yang tepat. Dimulai dari ujung hingga ke akhir.



Post your comment