Home | Smart NLP | Smart NLP: Menciptakan Kesuksesan Dengan Membangun Kelimpahan

Smart NLP: Menciptakan Kesuksesan Dengan Membangun Kelimpahan

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Apa yang membedakan orang yang berhasil/sukses dengan orang yang biasa-biasa saja? Skill? bisa jadi. Tapi tidak hanya itu. Skill hanya salah satu pintu. Pintu lain yang tidak kalah penting adalah "merasa kelimpahan".
Contoh orang yang tidak punya rasa kelimpahan:
- Ada orang yang sudah punya banyak uang, tapi masih saja merasa kekurangan.
- Orang yang merasa tidak ada yang mau berteman dengannya.


Miskin bisa dirubah, tapi mentalitas kekurangan sulit dirubah, padahal mentalitas selalu merasa kekurangan tidak baik.
Ada pepatah Cina: Orang berhasil selalu kelebihan satu cara. Sedangkan orang yang gagal kekurangan satu cara". Salah satu penyebab kegagalan adalah karena seseorang cenderung mencari kekurangan saja.


Bagaiman agar kita bisa merasa kelimpahan?
1. Yakin dengan potensi diri. Potensi disini termasuk bakat, skill, atau kelebihan apapun.
2. Naikkan rasa percaya diri. Kalau sudah ada rasa percaya diri, maka melakukan sesuatu akan mudah, bakat akan keluar.
3. Kalau sudah ada rasa percaya diri, mulai lakukan sesuatu. Jika gagal, mulai lagi dan lagi.
4. Berlatih pada mentor. Mentor tidak perlu seorang profesional, tapi bisa juga dari orang-orang disekitar Anda seperti orangtua atau teman.


Dalam hal itu berlaku hukum tarik menarik (Law of Atraction). Setiap objek di bumi punya energi. Begitu juga manusia. Jika seseorang berpikir yang positif, maka dia akan menarik enei yang positif. Jika seseorang berpikir tentang kelimpahan/merasa kelimpahan, maka dia akan menarik kelimpahan. Begitu juga kalau seseorang berpikir negatif dan kekurangan, maka dia akan menarik energi negatif dan kekurangan.


Orang yang merasa kelimpahan menyikapi suatu pertistiwa secara berbeda, termasuk menyikapi masalah. Dia akan bertanya secara berkulitas: "Cara apa yang bisa membuat saya keluar dari masalah ini?".  Sedangkan orang yang tidak merasa kelimpahan cenderung bertanya: "Kenapa saya selalu gagal ya?".
Ingatlah, kualitas hidup kita ditentukan oleh pertanyaan yang kita ajukan kepada diri kita sendiri.

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

Post your comment

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Tagged as:

No tags for this article

Rate this article

0

Log in

as