Smart NLP: Menciptakan Pikiran Yang Kreatif
Pikiran yang kreatif tidak pernah menyerah terhadap masalah. Dalam hal ini contoh yang bisa kita lihat adalah Walt Disney. Dia sangat kreatif karena berhasil menciptakan tokoh kartun legendaris. Dia merubah hewan yang kesannya menjijikkan menjadi tokoh kartun yang lucu. Ya siap lagi kalau bukan Micky Mouse atau Micky Tikus. Saat ini, anak mana yang tidak kenal dengan Micky Mouse?
Setiap orang punya kreatifitas, cuma memang ada yang melatih dan mengembangkannya, dan ada yang tidak. Bagaimana kita bisa menciptkan kreatifitas ala Walt Disney? Apakah kreatifitas sudah tertanam dalam diri, atau bisa diciptakan?
Dalam mengembangkan kratifitasnya, Walt Disney menggunakan semacam story board, untuk menuangkan tulisan dan gambar.
Ada 3 cara dalam memodel kreatifitas ala Walt Disney:
1. State Dreamer. Memulainya dengan bermimpi (dreaming). Mimpikan sesuatu yang besar, atau apa yang ingin Anda lakukan. Walt Disney tidak pernah membatasi mimpi dengan realita. Tidak ada batasan untuk bermimpi.
2. Tahap Realis. Pada tahap ini, mulailah membuat planning. Tulis rencana-rencana yang akan danperlu dilakukan untuk mewujudkan mimpi tersebut. Dari Tahap Realis itu akan terlihat apakah mimpi Anda itu visible atau tidak.
3. Tahap Kritik. Pada tahap ini, Anda mulai melakukan analisa persoalan, apa yang akan terjadi pada mimpi tersebut, apa yang bisa membuatnya gagal. Tahap ini bukan untuk menjatuhkan semangat, tapi untuk antisipasi. Makin tajam kritik yang dibuat, maka makin tajam perencanaan.
Hal lain:
- Bertanya tentang hal-hal yang kreatif. Bertanyalah tentang sesuatu yang out of the box.
- Siapkan modal keyakinan. Keyakinan itu ibarat meja dan keempat kakinya. Misalnya Anda ingin menjadi penyanyi hebat, maka dasarnya adalah Anda harus punya: suara bagus, mau berlatih, mengetahui teknik vocal, dan belajar dari penyanyi hebat. Sebuah keyakinan terbentuk karena ada kaki-kaki yang menopangnya. Makin kuat dasarnya, makin Anda percaya diri.



Post your comment