Smart NLP: Memberi Arti Dalam Setiap Kejadian
Apa yang kita alami, atau apa yang terjadi dalam kehidupan, seringkali tidak terduga. Kejadian demi kejadian akan terjadi. Baik yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan. Baik kesuksesan maupun kegagalan. Yang terjadi biarlah terjadi. Yang terpenting adalah bagaimana kita menyikapi dan memberi arti dalam setiap kejadian.
Satu kejadian bisa dilihat dari 2 sudut pandang yang berbeda. Misalnya: seseorang mengalami kegagalan. Pada sudut pandang yang pertama, ia bisa menyikapinya dengan kesedihan dan menanggapnya memang tidak bisa pada bidang itu. Sedangkan pada sudut pandang yang kedua, ia bisa menyikapinya sebagai tantangan, dan menganggapnya sebagai sukses yang tertunda.
Dalam melihat suatu kejadian, perlu melakukan "reframing" atau membingkai kembali. Dengan reframing, kita mencoba melihat suatu kejadian dari sudut pandang yang berbeda.
Reframing ada 2 jenis:
1. Reframing konteks
2. Reframing konten
Reframing konten adalah melihat apa isi dari kejadian tersebut. Contoh: pesawat akan yang kita tumpangi ditunda penerbangannya. Reaksi pertama pasti kita kesal. Tapi setelah itu cobalah untuk memberi arti yang produktif pada peristiwa itu. Berpikirlah kalau penundaan itu karena untuk memaksimalkan cek kesiapan pesawat, menunggu laporan situasi cuaca, atau alasan-alasan keselamatan lainnya. "Jadikan peristiwa/kejadian itu sebagai seusatu yang bermanfaat".
Reframing konteks adalah melihat konteks kejadian. Contoh: seseorang yang mempunyai anak hiperkatif, tidak bisa diam. Konteks yang negatif direframing menjadi positif, yakni: anak seperti ini bagusnya diarahkan pada kegiatan apa. "Tergantung kita mau memberi arti apa pada kejadian itu".
Berilah arti dalam setiap kejadian. Kita punya kesempatan utuk memilih yang terbaik. Jangan biarkan kejadian dalam hidup mengendalikan emosi negatif Anda. Ubahlah emosi menjadi logika.



Post your comment