Smart Syariah: Ekonomi Haji, Peluang dan Tantangan

Haji adalah ritual ibadah, yang mempunyai dampak luar biasa, baik spiritual maupun finansial. Musim haji menciptakan satu musim tersendiri bagi dunia penerbangan, kendaraan/angkutan darat, perhotelan, makanan dan minuman, serta telekomunikasi. Ketika pulang haji, uang yang keluar untuk belanja oleh-oleh juga sangat besar, mulai dari oleh-oleh yang kecil sampai yang besar, yang murah hingga yang mahal. Hal itu merupakan refleksi, tentang sejauh mana kita, bangsa Indonesia melihat peluang ekonomi dari ibadah tahunan ini. Jika dimanfaatkan dengan baik, maka musim haji bisa menjadi peluang untuk mengurangi angka pengangguran, meningkatkan perdagangan, dan meningkatkan perekonomian.
Dengan jumlah jamaah haji mencapai 230.000 orang, haji melibatkan magnitude bisnis ibadah yang sangat besar. Dengan biaya ONH dan bekal, maka jumlah uang beredar diperkirakan mencapai belasan triliun rupiah. Belum lagi jika melihat jumlah jamaah haji dunia, yang mencapai jutaan orang. Apa yang bisa kita lakukan untuk meraih peluang ekonomi dari ibadah haji? Jawaban dari pertanyaan itu akan berujung pada kesadaran untuk meningkatan produktifitas dan menguasai sebanyak mungkin produk dan jasa yang dibutuhkan umat. Bukan hanya pada ibadah haji, tetapi juga pada seluruh kebutuhan dan pembangunan bangsa.
Begitu banyak peluang ekonomi yang bisa Indonesia peroleh dari ibadah haji, dan menimbulkan dampak lanjutan yang positif bagi perekonomia nasional.
- Dunia penerbangan meraih keuntungan dari ibadah haji. Bayangkan, jika maskapai penerbangan nasional menggunakan pesawat buatan dalam negeri, maka hal itu akan lebih bermanfaat bagi perekonomian nasional, daripada menggunakan pesawat buatan asing.
- Perhotelan di Mekkah dan Madinah merupakan investasi yang sangat menguntungkan. Sudah wkatunya investor nasional melakukan investasi perhotelan di kedua kota suci itu.
- Industri kerajinan Indonesia juga bisa meraih peluang besar dari musim haji. Jamaah haji dari berbagai negara merupakan pasar potensial bagi pemasaran produk kerajinan nasional.
Namun masih ada sejumlah tantangan yang dihadapi Indoensia untuk bisa meraih peluang ekonomi dari ibadah haji, yaitu:
- Tantangan intelektual/mindset
- Tantangan technical
- Tantangan political structur
Pemerintah harus bisa menjawab tantangan tersebut agar ekonomi umat bisa lebih diberdayakan.



Post your comment