Ramadan dan Peduli Halal Income

Bulan Ramadan harus kita jadikan momentum untuk meraih halal income/pendapatan yang halal. Halal income meliputi sumber, zat, segi hukum, bagaimana kita menyimpannya, dan bagaimana kita mengkonsumsinya.
Pada Bulan Ramadan, terjadi peningkatan aktifitas ekonomi diberbagai bidang. Sektor sandang, pangan, telekomunikasi, transportasi, semuanya mengalami peningkatan aktivitas. Hal itu harus disikapi dengan baik dan cara yang halal. Jangan hanya karena demi mengejar keuntungan, segala cara ditempuh termasuk cara yang tidak halal.
Pendapatan masyarakat pada Bulan Ramadan juga bertambah dengan ada Tunjangan Hari Raya (THR). Semua itu harus kita kelola dengan baik dan halal. Tidak konsumtif yang hanya bersifat mubazir.
Semangat Ramadan dalam berbisnis harus kita jalankan. Saat berpuasa, semua makanan yang haram menjadi halal hingga waktu berbuka tiba. Pesan dari hal ini adalah bahwa kita harus mengikuti aturan (follow the rule), dan melakukan the best practice. Banyak diantara kita yang selama Ramadan bisa menahan diri dari yang haram, tapi setelah Ramadan berlalu, yang haram kembali didekati termasuk dalam berbisnis atau melakukan aktifitas ekonomi. Praktek kecurangan, menipu, korupsi dan sebagnya, kembali dilakukan.
Jika ini terjadi, maka cita-cita Ramadan yang dianjurkan kepada manusia tidak tercapai, yaitu untuk menjadi manusia yang bertakwa. Dalam hal ini, tidak ada pengaruh antara puasa Ramadan dengan kesholehan social dan ekonomi.
Bulan Ramadan harus memberi kita kekuatan baru untuk berubah menjadi insan yang lebih baik. Termasuk lebih baik dalam melakukan aktifitas ekonomi, yaitu melakukan aktifitas ekonomi dengan prinsip-prinsip yang halal.



Post your comment