Strategi Penetrasi Pasar

Perubahan bukanlah sebuah bahaya. Yang berbahaya adalah jika sikap kita tidak berubah alias masih begitu-begitu saja. Begitu juga dalam bidang pemasaran/penjualan. Sangat berbahaya jika mereka yang bekerja di bidang pemasaran/penjualan tidak mau berubah, sementara situasi terus berubah, dan kompetisi semakin ketat.
Kita harus mereframe cara pandang. Jika tidak, akan sulit untuk melakukan peningkatanpenetrasi pasar. Untuk diketahui, 1 % kenaikan penjualan, harus mengambil pasar milik kompetitor. Tentunya tidak ada yang mau diambil pangsa pasarnya.
Ada beberapa teori yang bisa dilakukan dalam rangka meningkakan penetrasi pasar:
1. Produk saat ini, pasar saat ini. (produk lama, pangsa pasar lama)
2. Produk saat ini, pasar baru (produk lama, pangsa pasar baru)
3. Produk baru, pasar saat ini (produk baru, pangsa pasar lama)
4. Produk baru, pasar baru (produk dan pangsa pasar sama-sama baru)
Artinya, ada 4 kesempatan yang bisa dilakukan untuk memperluas penetrasi pasar. Namun ada beberapa catatan:
- Teori yang keempat (produk baru, pasar baru) paling sulit dilakukan, karena tidak adanya pengalaman, semuanya serba baru. Kecuali jika memulai di zero market share. Selain itu teori keempat juga capital oriented alias perlu banyak modal.
- Teori pertama (produk saat ini, pasar saat ini) juga berat, karena pasar/kompetisi sudah penuh. Teori pertama dapat dilakukan dengan meningkatkan kulitas produk atau pelayanan (jika jasa), serta mendorong frekuensi pemakaian di konsumen.
- Teori kedua (produk saat ini, pasar baru), dan teori ketiga (produk baru, pasar saat ini), lebih mudah dilakukan. (am)



Post your comment