Smart Worker: Proyeksi Ketenagakerjaan Indonesia 2011
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya penambahan lapangan kerja sebanyak 3,34 juta pada tahun 2010 lalu. Dengan demikian total kesempatan kerja hingga Agustus 2010 sebanyak 108,21 juta. Angka itu lebih besar dari angka tahun 2009. Bagaimana kondisinya pada tahun ini?
Direktur ILO Indonesia, Peter Van Rooij menilai, tahun 2010 merupakan tahun yang menarik dalam sisi ketenagakerjaan Indonesia. Hal itu disebabkan Indonesia tidak terlalu terkena dampak krisis global. Pertumbuhan ekonomi pada tahun 2010 juga cukup terkonversi ke lapangan kerja.
Tahun 2011, Indonesia masih akan menghadapi tantangan dalam dunia ketenagakerjaan. Dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 6% pada tahun ini, diharapkan bisa semakin membuka lapangan kerja. Apalagi pada tahun ini diperkirakan akan ada tambahan angkatan kerja sebanyak 118.000 orang.
Sementara itu, Kapus Humas Kemenakertrans Suhartono mengatakan, Indonesia masih menghadapi sejumlah persoalan dalam dunia ketenagakerjaan, antara lain:
- Angkatan kerja masih didominasi dengan lulusan Sekolah Dasar, yakmi 49%.
- Daya saing tenaga kerja Indonesia masih ada diperingkat 35 dari 131 negara.
- Angka pengangguran juga masih tinggi yakni sekitar 7,12 %, sedangkan yang setengah menganggur mencapai 30,75%.
- Perlindungan terhadap tenaga kerja, terutama tenaga kerja anak-anak.
- Pengangguran intelektual, atau pengangguran berpendidikan.
Untuk itu menjadi tugas bersama, baik pemerintah, kalangan pengusaha dan LSM untuk membenahi masalah ketenagakerjaan tersebut.
Salah satu upaya yang dilakukan Kemenakertrasn dalam mengatasi masalah ketenagakerjaan adalah melalui program pengembangan ketrampilan pencari kerja, melalui Balai Latihan Kerja (BLK). Saat ini Kemenakertrans memiliki 11 BLK yang dikelola Kemenakertrans, dan 208 BLK yang dikelola oleh propinsi. Pihak menitikberatkan untuk pengembangan ketrampilan pencari kerja. Selain itu Kemenakertrans juga melakukan program link and match.



Post your comment