Smartorial
Rekening Gendut Polisi
Sungguh sulit dipercaya bahwa ada seorang perwira pertama polisi, memiliki rekening gendut dengan jumlah yang amat fantastis, Rp 1,5 triliun. Jika pemilik rekening tambun itu seorang konglomerat misalnya, tentu bukanlah persoalan. Tetapi ini, seorang perwira dengan gaji resmi yang hanya sekitar Rp 3 juta. Bayangkan saja, bagaimana dengan gaji sebesar itu, ia bisa memiliki kekayaan yang sungguh membuat silau itu. Jika hanya mengandalkan gaji, pasti mustahil. Tapi rasanya, memang tidak ada yang mustahil di negeri ini. Karena segala keanehan dan kemustahilan itu, bedanya amat sangat tipis dengan kenyataan. Walaupun yang nyata itu tetap saja sulit dinalar. ...
Negeri Penyuap
Harus dengan cara apalagi, negeri ini dibersihkan dari jerat mafia korupsi. Ketika kepercayaan demi kepercayaan diamanahkan, tetapi betapa mudahnya diselewengkan sedemikian rupa. Betapa mudah pula uang sogokan, memengaruhi kebijakan. Sehingga yang tidak mungkin menjadi mungkin, dan yang haram menjadi halal. Sehingga harus ada seorang seperti Ahmad Fathanah, yang dengan modal uang suap menjadi begitu ‘’dermawan’’ terhadap perempuan-perempuannya. ...
Wakil Rakyat Pembolos
Badan Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat akhirnya membuka data absensi anggota dewan sepanjang tahun 2012. Faktanya amat menakjubkan, dalam daftar itu, sejumlah politisi ternama, tingkat kehadirannya dalam rapat-rapat paripurna di bawah 50 persen. Lebih hebat lagi, mereka yang gemar bolos ini, masih ada di dalam daftar calon legislative. Sungguh ini hutang moral yang teramat memalukan. ...
Melawan Lupa
Lima belas tahun sudah tragedi Mei berlalu, tetapi tanda-tanda bahwa pelanggaran HAM berat dalam peristiwa itu akan diungkap, semakin surut saja. Faktanya, tragedi yang menjadi penanda kelahiran orde reformasi itu pun, justru dilupakan. Peringatannya tidak saja untuk mengenang, tetapi menjadi pengingat bagi bangsa ini, bahwa ada persoalan yang belum tuntas, ada hutang yang belum dilunasi, terutama kepada keluarga korban yang menuntut keadilan. ...
Menguji Perlawanan PKS
Partai Keadilan Sejahtera semestinya tidak merasa perlu terzalimi atas upaya-upaya KPK dalam mengungkap perkara dugaan suap kuota impor daging sapi yang melibatkan mantan presiden partai, Luthfi Hasan Ishaaq. Menghalangi, melawan, apalagi melaporkan balik KPK atas langkah komisi antirasuah itu, ketika melakukan upaya penyitaan aset-aset tersangka, bukanlah pilihan. Karena itu sungguh berlawanan dengan citra partai politik yang selama ini dipersepsikan bersih dan jujur. ...
Terorisme yang Tak Kunjung Padam
Sukses polisi membekuk 20 orang terduga teroris, dan tujuh di antaranya ditembak mati, patut dihargai. Itu menjadi wujud keseriusan tingkat tinggi aparat polisi agar kita tak lagi kecolongan. Sebab, akibat dari tindak pidana terorisme itu, telah dan pernah kita alami, hanya menghadirkan kerusakan dan kepahitan. Tapi haruskah selalu ada yang ditembak mati? Sedangkan mereka pun belum sepenuhnya bisa dianggap bersalah, dan belum terbukti benar secara sah dan meyakinkan sebagai teroris. ...
Akrobatik Hukum
Tarik menarik persoalan hukum yang melibatkan Komisaris Jenderal Purnawirawan Susno Duadji tempo hari, semestinya menjadi pelajaran berharga bagi penegak hukum, terutama hakim di pengadilan untuk lebih teliti dan cermat membuat keputusan. Ketetapan hakim itu semestinya tegas dan bernas, sehingga tidak membuka peluang penafsiran ganda. Ruang-ruang penafsiran ulang atas putusan itu yang kemudian membuka celah seorang terpidana untuk menghindar dari eksekusi, harus ditutup rapat. Untuk penegakan hukum ini, sedikitpun jangan ada ruang negosiasi. Sebab sedikit saja celah ini dibuka, maka pada saat yang bersamaan, hukum akan kehilangan legitimasinya. ...
Membaca Gerakan OPM
Kita tidak perlu cemas, apalagi kalap menyikapi berdirinya kantor gerakan separatis Organisasi Papua Merdeka atau OPM di Oxford, Inggris. Sebab, pendirian kantor itu tidak serta merta mengindikasikan dukungan negara tersebut bagi kemerdekaan Papua. Karena mengizinkan, tentu berbeda dari mendukung. Dan izin itu, pasti bukanlah representasi sikap Pemerintah Inggris terhadap urusan dalam negeri bangsa ini. Tetapi jika izin tersebut sebagai bentuk dukungan bagi kemerdekaan Papua, betapa gegabahnya mereka, dan untuk itu, kita wajib melayangkan protes keras. ...
Ironi Perbudakan
Penyekapan, penindasan, dan penyiksaan buruh di sebuah industri peralatan rumah tangga di Tangerang, tidak bisa dibenarkan. Perkara itu tidak saja masuk kategori pelanggaran berat aturan ketenagakerjaan, tetapi juga pelanggaran hak asasi manusia. Bukankah konstitusi bangsa ini secara tegas telah menandaskan bahwa segala bentuk penindasan harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Sehingga mempekerjakan buruh dengan metode-metode menyekap, mengintimidasi, bahkan menyiksa itu sama saja dengan menghidupkan kembali praktik perbudakan. ...
Dilema Pendidikan Nasional
Harus diakui, masih terlampau banyak persoalan dalam dunia pendidikan kita. Dari mutu peserta didik, kompetensi tenaga pengajar, anggaran yang masih jauh dari ideal, kontroversi ujian nasional hingga sistem pendidikan yang selalu berubah, adalah problem ruwet yang tak gampang diuraikan. ...
Log in
Rekening Gendut Polisi
Sungguh sulit dipercaya bahwa ada seorang perwira pertama polisi, memiliki rekening gendut dengan jumlah yang amat fantastis, Rp 1,5 triliun. Jika pemilik rekening tambun itu seorang konglomerat misalnya, tentu bukanlah persoalan. Tetapi ini, seorang perwira dengan gaji resmi yang hanya sekitar Rp 3 juta. Bayangkan saja, bagaimana dengan gaji sebesar itu, ia bisa memiliki kekayaan yang sungguh membuat silau itu. Jika hanya mengandalkan gaji, pasti mustahil. Tapi rasanya, memang tidak ada yang mustahil di negeri ini. Karena segala keanehan dan kemustahilan itu, bedanya amat sangat tipis dengan kenyataan. Walaupun yang nyata itu tetap saja sulit dinalar....


